kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

KB Bank Bidik Naik ke KBMI 3 Dalam Waktu Dekat


Kamis, 02 Juli 2026 / 19:54 WIB
KB Bank Bidik Naik ke KBMI 3 Dalam Waktu Dekat
ILUSTRASI. Kontan - PressRelease.id. KB Bank (Dok. KB Bank/KB Bank)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menargetkan dapat naik kelas ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3 dalam waktu dekat. Namun, realisasi target tersebut masih bergantung pada penguatan permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Hingga kuartal I/2026, modal inti KB Bank secara konsolidasi mencapai sebesar Rp7,48 triliun, menempatkannya dalam KBMI 2 alias bank dengan modal inti lebih dari Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.

Dengan begitu, penambahan modal diperlukan untuk bisa masuk dalam kelompok bank dengan modal inti Rp14 triliun hingga Rp70 triliun.

Baca Juga: Emiten Perbankan Tempuh Buyback di Tengah Pelemahan Harga, Seperti Apa Efeknya?

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, tambahan modal menjadi syarat utama agar perseroan dapat meningkatkan kapasitas bisnis, terutama dalam mendorong pertumbuhan kredit korporasi.

"Untuk naik kelas ke KBMI 3, yang paling penting adalah tambahan modal. Untuk mengembangkan kredit korporasi dan bisnis lainnya juga membutuhkan modal. Harapan kami bisa segera, mungkin tahun depan," ujar Kunardy di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurutnya, selain memperkuat modal, KB Bank juga masih memiliki sejumlah agenda transformasi yang harus diselesaikan agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia menyebutkan, transformasi tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan (governance), peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penyempurnaan proses bisnis di seluruh lini organisasi.

"Masih banyak pekerjaan rumah transformasi yang harus kami benahi, mulai dari tata kelola hingga peningkatan kualitas staf," katanya.

Kunardy menjelaskan, langkah efisiensi karyawan yang dilakukan perseroan sebelumnya merupakan bagian dari strategi transformasi untuk meningkatkan produktivitas organisasi.

"Ibarat ingin mengikuti maraton. Kalau bebannya terlalu berat, tentu harus diringankan agar bisa berlari lebih cepat dan lebih produktif," ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan produktivitas harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar KB Bank mampu bersaing di tengah industri perbankan yang semakin kompetitif.

"Kami harus terus meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas tim. Kalau tidak, akan sangat sulit bagi kami untuk berkompetisi," katanya.

Dengan jajaran direksi yang baru, Kunardy optimistis transformasi perseroan dapat berjalan lebih cepat dan mendorong perbaikan kinerja secara berkelanjutan.

"Kami yakin dengan tim yang solid dan kapabel, transformasi ini bisa berhasil dan membawa KB Bank tumbuh lebih baik ke depan," ujarnya.

Terkait dukungan pemegang saham pengendali, yakni KB Financial Group (KBFG) asal Korea Selatan, Kunardy meyakini induk usaha akan tetap memberikan dukungan apabila perseroan membutuhkan tambahan modal.

Menurutnya, KBFG memiliki komitmen kuat terhadap investasi di Indonesia dan tentu ingin memastikan transformasi KB Bank berjalan sesuai rencana.

"Kalau kami memang memerlukan sesuatu, saya yakin mereka akan membantu. Namun, mereka juga ingin melihat kami berusaha terlebih dahulu melakukan perbaikan," jelasnya.

Ia mengibaratkan hubungan KBFG dengan KB Bank seperti orang tua terhadap anak.

"Kalau anaknya sudah berusaha sekuat tenaga dan memang membutuhkan bantuan, tentu sebagai orang tua akan membantu. Kira-kira analoginya seperti itu," tutup Kunardy.

Baca Juga: Tumbuh Subur, Perbankan Optimalkan Inovasi Transaksi Digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×