Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai belum memberikan dampak berarti terhadap kualitas aset perbankan. PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) memastikan volatilitas rupiah masih berada dalam level yang terkendali dan tidak memicu peningkatan risiko kredit.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengatakan hal tersebut ditopang oleh struktur portofolio kredit perseroan yang mayoritas berdenominasi rupiah. Hingga Desember 2025, porsi kredit valuta asing (valas) KB Bank tercatat sekitar 13% dari total kredit.
“Dengan komposisi tersebut, potensi tekanan terhadap kualitas aset akibat fluktuasi nilai tukar relatif terbatas,” ujar Kunardy kepada kontan.co.id, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Kredit Investasi KB Bank Tumbuh Positif, NPL Terjaga di Kisaran 1%
Ia menambahkan, dominasi kredit rupiah membuat eksposur KB Bank terhadap risiko nilai tukar menjadi lebih terkendali, sehingga pelemahan rupiah tidak berdampak material terhadap kinerja aset secara keseluruhan.
Dari sisi kualitas kredit, KB Bank justru mencatatkan perbaikan sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perseroan mengalami penurunan, sejalan dengan membaiknya indikator risiko kredit lainnya.
Loan at Risk (LAR) KB Bank juga tercatat turun 2,18% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan efektivitas strategi pemulihan aset yang dijalankan secara konsisten.
Baca Juga: BI Catat Kredit Baru di Triwulan IV 2025 Melonjak, Kredit Sektor Ini Jadi Penopang
Kunardy menyampaikan, perbaikan kualitas aset tersebut ditopang oleh pengelolaan kredit bermasalah yang lebih aktif, kelanjutan program restrukturisasi, serta penerapan penilaian kualitas aset yang lebih konservatif.
Ke depan, KB Bank optimistis kualitas aset dapat terus membaik secara bertahap, seiring dengan penguatan manajemen risiko dan kehati-hatian dalam penyaluran kredit di tengah dinamika ekonomi dan pergerakan nilai tukar.
Selanjutnya: Sistem Pangan RI Timbulkan Beban Tersembunyi Mencapai Rp 9.334,5 Triliun
Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Saham-saham Paling Banyak Dijual Asing di Sesi I (28/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













