kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.901   42,00   0,25%
  • IDX 8.310   97,96   1,19%
  • KOMPAS100 1.169   11,37   0,98%
  • LQ45 839   8,86   1,07%
  • ISSI 297   2,12   0,72%
  • IDX30 438   6,14   1,42%
  • IDXHIDIV20 525   8,40   1,63%
  • IDX80 130   1,09   0,85%
  • IDXV30 143   1,04   0,73%
  • IDXQ30 141   2,01   1,45%

Kebutuhan Bunga Ringan Dorong Tren Take Over KPR Bank Danamon


Rabu, 18 Februari 2026 / 17:49 WIB
Kebutuhan Bunga Ringan Dorong Tren Take Over KPR Bank Danamon
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di Bogor (KONTAN/Baihaki). Kredit rumah terancam bunga floating tinggi? Danamon berhasil menjaga pertumbuhan KPR-nya. Temukan strategi bank ini agar cicilan lebih ringan!


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren pengalihan kredit pemilikan rumah (KPR) atau take over masih menjadi perhatian di tengah suku bunga KPR yang relatif tinggi, terutama saat kredit memasuki fase bunga floating.

Namun, PT Bank Danamon Indonesia Tbk memastikan pertumbuhan portofolio KPR tetap positif dalam beberapa tahun terakhir.

Enriko Sutarto, Consumer Lending Business Head Bank Danamon, mengatakan dalam lima tahun terakhir perseroan terus mencatatkan pertumbuhan KPR yang konsisten, kendati tak membeberkan angka detailnya.

Baca Juga: Rasio KPR Bermasalah BCA Meningkat, Manajemen Perketat Risiko

"Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan KPR yang ditawarkan bank Danamon," kata kata Enriko kepada kontan.co.id.

Menurutnya, pertumbuhan nasabah baru tidak terlepas dari komitmen bank dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan, inovatif, serta mudah diakses baik melalui jaringan kantor cabang maupun kanal digital.

"Program loyalitas serta peningkatan kualitas layanan juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik KPR Danamon di tengah persaingan industri perbankan," tambahnya.

Ia menambahkan, kebutuhan nasabah untuk mendapatkan bunga kredit yang lebih ringan setelah memasuki masa floating masih menjadi pendorong tren take over KPR.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi bank untuk menawarkan skema bunga fixed kembali melalui berbagai program pembiayaan yang lebih kompetitif.

Baca Juga: BCA Targetkan Pertumbuhan Penyaluran KPR 6%–7% pada Tahun 2026

Ke depan, Danamon memandang tren take over KPR masih berpotensi meningkat.

Untuk menyiasati hal tersebut, bank menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pengembangan produk KPR yang lebih kompetitif, percepatan digitalisasi layanan agar akses pembiayaan lebih mudah, hingga penguatan program loyalitas nasabah.

"Dengan strategi tersebut, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan portofolio KPR sekaligus mempertahankan kepuasan nasabah, serta memperkuat posisi perseroan sebagai mitra pembiayaan perumahan bagi masyarakat," tandasnya.

Selanjutnya: Anggaran Program MBG Digugat di MK, Begini Tanggapan Purbaya

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (19/2) Jabodetabek Hujan Sangat Lebat di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×