kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Rasio KPR Bermasalah BCA Meningkat, Manajemen Perketat Risiko


Minggu, 15 Februari 2026 / 18:48 WIB
Rasio KPR Bermasalah BCA Meningkat, Manajemen Perketat Risiko
ILUSTRASI. Pembangunan proyek perumahan di depok, Jabar (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat rasio NPL KPR sebesar 1,54% pada akhir Desember 2025. Angka tersebut naik sekitar 0,18 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski masih berada di bawah rata-rata industri perbankan.

EVP Consumer Loan BCA Welly Yandoko menyebut kenaikan NPL KPR tersebut antara lain dipengaruhi ketidakstabilan kondisi makroekonomi yang berdampak pada kemampuan sebagian debitur dalam memenuhi kewajiban angsuran KPR.

"Tekanan daya beli dan dinamika ekonomi global turut menjadi faktor yang memengaruhi kualitas kredit sektor properti," katanya kepaada Kontan, Jumat (13/2).

Baca Juga: Rasio Kredit Macet KPR Meningkat, Bank Siapkan Strategi Mitigasi Risiko

Memasuki 2026, BCA memandang tantangan global dan domestik masih berpotensi berlanjut. Meski demikian, BCA menegaskan akan tetap berupaya menjaga kualitas kredit KPR agar tidak mengalami pemburukan signifikan.

Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut menargetkan rasio NPL KPR tetap terkendali melalui penguatan manajemen risiko serta pemantauan portofolio kredit secara lebih ketat.

Dari sisi strategi, BCA menekankan pentingnya analisis menyeluruh sejak tahap awal pengajuan kredit, termasuk penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan sistem Know Your Customer (KYC), serta penilaian agunan properti secara akurat untuk memastikan kecukupan jaminan kredit.

Selain itu, BCA juga memperkuat sistem early warning untuk mendeteksi potensi penurunan kualitas kredit sejak dini, disertai monitoring intensif terhadap debitur yang menunjukkan gejala risiko. Langkah penyelesaian kredit bermasalah pun dilakukan secara tepat guna menjaga kualitas portofolio tetap sehat.

Selanjutnya: Upaya Perluas Akses Ekonomi, Lembaga Sosial Bidik Pelaku Usaha Disabilitas

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×