kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.930.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.230   -112,00   -0,69%
  • IDX 7.214   47,18   0,66%
  • KOMPAS100 1.053   7,20   0,69%
  • LQ45 817   1,53   0,19%
  • ISSI 226   1,45   0,65%
  • IDX30 427   0,84   0,20%
  • IDXHIDIV20 504   -0,63   -0,12%
  • IDX80 118   0,18   0,16%
  • IDXV30 119   -0,23   -0,19%
  • IDXQ30 139   -0,27   -0,20%

Kejar booking Rp 1,64 triliun, BNI Multifinance andalkan pinjaman bank di 2020


Kamis, 19 Desember 2019 / 21:18 WIB
Kejar booking Rp 1,64 triliun, BNI Multifinance andalkan pinjaman bank di 2020
ILUSTRASI. BNI Multifinance. Kejar pembiayaan baru Rp 1,64 triliun, BNI Multifinance andalkan pinjaman bank tahun depan.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNI Multifinance menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan baru setidaknya senilai Rp 1,64 triliun. Direktur Utama BNI Multifinance Hasan Gazali Pulungan menyatakan guna mencapai target tersebut, BNI Multifinance membutuhkan pendanaan senilai Rp 1,76 triliun.

Hasan menyebut pendanaan tersebut masih menggantungkan pada pinjaman perbankan. Ia berharap induk perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bisa memberikan kredit senilai Rp 600 miliar.

Baca Juga: Butuh pendanaan Rp 4 triliun, CNAF andalkan joint financing dengan induk perusahaan

Sisanya, BNI Multifinance akan mencari pinjaman dari bank lainnya.

“Untuk obligasi masih akan melihat kondisi makro ekonomi pada 2020. Target pembiayaan baru yang telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan untuk 2020 tumbuh 22,25% menjadi Rp 1,64 triliun,” ujar Hasan kepada Kontan.co.id pada Kamis (19/12).

Adapun pembiayaan baru BNI Multifinance hingga November 2019 mencapai Rp 1,24 triliun.

Ia menyebut nilai ini tumbuh 20,05% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan tahun November 2018 senilai Rp 1,03 triliun.

Baca Juga: Usai dapat izin dari OJK, ini yang harus dilakukan fintech P2P lending

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×