Sumber: KONTAN | Editor: Johana K.
JAKARTA. Danamon Simpan Pinjam (DSP) mencatat pertumbuhan kredit yang lumayan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Menurut Minhari Handikusuma, Kepala Divisi DSP Bank Danamon, hingga Maret lalu kredit DSP sudah meningkat 5%. "Akhir Desember 2009 outstanding kredit DSP sekitar Rp 12 triliun," katanya, Rabu (7/4).
Dengan pertumbuhan tersebut, DSP menyalurkan kredit baru selama tiga bulan pertama tahun ini sekitar Rp 600 miliar. Menurut Minhari, peningkatan ini didukung oleh beberapa faktor, seperti penambahan outlet dan tenaga kerja.
Untuk menggenjot kinerja, setidaknya tahun ini Danamon akan menambah kurang lebih sekitar 60 outlet baru yang akan mendukung ekspansi DSP. "Saat ini kami sudah mempunyai sekitar 1.250 outlet. Dengan penambahan outlet, kami membutuhkan sekitar 2.000 personil baru," terang Minhari.
Selain itu, Danamon juga akan merambah segmen pasar baru, dan meningkatkan layanan sehingga menjadi lebih cepat dan mudah. Segmen baru ini artinya, Danamon akan mencoba segmen yang belum pernah disentuh bank lain sebelumnya. Contohnya, pengusaha industri tempe.
Dengan dukungan teknologi pada layanan DSP, Danamon optimistis target peningkatan layanan bisa dicapai. Minhari mengatakan, saat ini proses mendapatkan kredit DSP bisa lebih cepat dan mudah karena penggunaan electronic data capture (EDC).
Yang menarik, Danamon kini sudah menerapkan sistem paperless. "Kami menggunakan kartu elektronik (electronic card). Jadi para nasabah tak tanda tangan seperti struk kertas, melainkan menggunakan sidik jari. Teknologi ini juga menguntungkan saat kami masuk ke pelosok-pelosok daerah," beber Minhari.
Untuk mendukung ekspansi DSP, Danamon tak duduk manis menanti nasabah. Danamon tak segan-segan mendatangi calon nasabah hingga ke pelosok. "Bahkan naik turun gunung," kata Minhari.
DSP membanderol suku bunga kredit 0,8%-2,5% per bulan. Tingkat suku bunga ini tergantung jumlah pinjaman dan jenis jaminan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













