kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kelolaan Emas Pegadaian Capai 155 Ton, Porsi Tabungan Emas Tembus 20 Ton


Jumat, 18 September 2026 / 18:35 WIB
Kelolaan Emas Pegadaian Capai 155 Ton, Porsi Tabungan Emas Tembus 20 Ton
ILUSTRASI. Minat masyarakat terhadap investasi emas terus mendorong pertumbuhan bisnis emas PT Pegadaian (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Minat masyarakat terhadap investasi emas terus mendorong pertumbuhan bisnis emas PT Pegadaian. Hingga saat ini, total emas yang dikelola Pegadaian telah mencapai 155 ton, dengan porsi Tabungan Emas telah melampaui 20 ton.

Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu mengatakan, Tabungan Emas merupakan salah satu bagian dari ekosistem bisnis bullion Pegadaian yang terus dikembangkan.

“Kalau ditanya total kelolaan emas kita itu ada di angka 155 ton. Kalau untuk Tabungan Emas saja itu sudah lebih dari 20 ton sampai hari ini,” kata Yos di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Menurut Yos, emas sebaiknya ditempatkan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Masyarakat, kata dia, tidak perlu terlalu berfokus pada pergerakan harga emas dalam jangka pendek, baik ketika harga sedang mengalami kenaikan maupun penurunan.

Justru, ketika harga emas mengalami koreksi, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mulai mengakumulasi emas, baik melalui Tabungan Emas maupun pembelian emas fisik.

“Pada saat sekarang seperti ini ketika harga emas lagi turun, justru ini saatnya untuk membeli emas, baik itu melalui Tabungan Emas atau membeli fisik,” ujarnya.

Baca Juga: QRIS Tembus 12,55 Miliar Transaksi pada Semester I 2026, Pengguna Capai 66 Juta

Yos menjelaskan, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan uang kertas. Pasokan emas relatif terbatas karena berasal dari kegiatan pertambangan, sementara harganya tetap dapat bergerak naik dan turun dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan tidak menjadikan emas sebagai instrumen untuk transaksi jual beli dalam keseharian.

“Emas itu bukan untuk bulanan, apalagi harian. Emas itu adalah proyeksi untuk saya bilang 3-5 tahun ke depan,” kata Yos.

Ia menambahkan, transaksi emas dalam jangka pendek memiliki risiko karena terdapat selisih antara harga beli dan harga jual. Ketika emas dibeli kemudian dijual kembali dalam waktu singkat, harga jual yang diterima nasabah berpotensi lebih rendah daripada harga saat pembelian.

“Pada saat dijual pasti kalian akan kalah harga, itu sudah pasti, setiap hari,” ujarnya.

Karena itu, Yos mendorong masyarakat untuk menyisihkan dana investasi emas sejak awal dan membiarkannya berkembang dalam jangka panjang.

“Punya uang, langsung sisikan di depan, langsung tabung, habis itu diam saja, jangan diotak-atik,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar dana yang dialokasikan ke investasi emas bukan merupakan dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun dana darurat.

Tabungan Emas Bisa Digadaikan

Di sisi lain, pemilik Tabungan Emas tidak selalu harus menjual asetnya ketika membutuhkan dana. Pegadaian menyediakan fasilitas Gadai Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah memperoleh pembiayaan dengan menggunakan saldo emas sebagai dasar fasilitas tersebut.

Yos memberikan ilustrasi, nasabah yang memiliki saldo emas dapat menggadaikan sebagian dari saldo tersebut ketika membutuhkan dana, tanpa harus menjual seluruh kepemilikan emas.

“Misalnya kamu punya tabungan 1 kilo, tapi kamu punya 100 gram, terus kamu butuh uang. 100 gram itu 10 gramnya kamu gadai. Gadai Tabungan Emas namanya,” jelasnya.

Menurut Yos, fasilitas tersebut memberikan pilihan bagi nasabah untuk mempertahankan kepemilikan aset emas sekaligus memperoleh pembiayaan. Setelah kewajiban pembiayaan diselesaikan, aset emas tersebut dapat kembali kepada nasabah.

“Supaya punya aset, asetnya nggak hilang. Tapi tetap dapat fasilitas pembiayaan dalam bentuk gadai Tabungan Emas,” katanya.

Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Lirik Peluang Bisnis Asuransi Hewan Peliharaan

Layanan Emas Pegadaian Makin Digital

Seiring perkembangan bisnis emas, akses terhadap layanan Pegadaian juga semakin terdigitalisasi. Nasabah dapat menggunakan aplikasi Tring untuk mengakses berbagai layanan yang disediakan perusahaan, termasuk layanan terkait emas.

Yos mengatakan, Pegadaian masih membuka peluang pengembangan produk dan fitur baru yang berkaitan dengan bisnis emas.

Sejumlah fitur baru juga tengah dipersiapkan untuk hadir dalam aplikasi Tring. Kendati demikian, Yos belum memerinci jenis fitur maupun waktu peluncurannya.

“Produk baru tentunya akan ada ya, terkait dengan emas ini. Dan ada beberapa fitur yang juga nanti akan di-release di aplikasi Tring terkait dengan emas,” pungkasnya.

Selain Tabungan Emas, Yos mengungkapkan sebagian nasabah mulai mengonversi sejumlah dana yang dimiliki dalam Tabungan Emas menjadi deposito emas.

Namun, Pegadaian belum mengungkapkan secara rinci porsi deposito emas tersebut terhadap keseluruhan bisnis emas yang dikelola perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×