kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Kemkeu periksa Deloitte terkait kasus SNP Finance


Kamis, 31 Mei 2018 / 14:12 WIB
ILUSTRASI. SNP Finance


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus gagal bayar bunga MTN SNP Finance berbuntut panjang. Setelah perusahaan multifinance ini dibekukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peran kantor akuntan publik Deloitte yang mengaudit laporan keuangan SNP Finance juga mulai ditelisik.

Penelisikan peran Deloitte ini penting karena kantor akuntan publik ini yang mengaudit laporan keuangan SNP Finance.

Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan Langgeng Subur mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan OJK untuk memperdalam kasus ini. "Hasil komunikasi ini sedang ditindaklanjuti berupa pemeriksaan terhadap Deloitte," katanya kepada kontan.co.id, Kamis (31/5).

Saat ini, tim Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan sedang berada di Deloitte untuk mengetahui adakah kelalaian yang dilakukan oleh profesi akuntan publik.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo mengatakan, total piutang Bank Mandiri kepada SNP Finance mencapai Rp 1,4 triliun. Kredit tersebut dikucurkan sebelum tahun 2010. Selama ini, kredit tersebut dalam status lancar. Makanya, eksposure kredit bank dberkode saham BMRI di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mencapai Rp 2 triliun.

Lanjut Tiko, panggilan karib Dirut Bank Mandiri, baru pada 2016, kredit ke SNP menunjukkan tanda-tanda bermasalah. “Kami mulai notice, bahwa pencatatan piutang dan posisi kredit (SNP Finance) tak cocok,” ujar Tiko kepada KONTAN, Selasa (29/5).

Kredit sebesar Rp 1,4 triliun dari Bank Mandiri tidak disalurkan kepada konsumen SNP seperti seharusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×