kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.000   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kerek Laba di 2026, MUF Terapkan Sejumlah Strategi Ini


Jumat, 23 Januari 2026 / 05:15 WIB
Kerek Laba di 2026, MUF Terapkan Sejumlah Strategi Ini
ILUSTRASI. Mandiri Utama Finance (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) akan menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kinerja laba pada 2026.

Head of Corporate Secretary & Legal MUF Elisabeth Lidya Sirait mengatakan pihaknya akan berfokus melakukan penguatan seluruh segmen pembiayaan, serta optimalisasi peluang pembiayaan kendaraan listrik dan pembiayaan berbasis syariah. 

"Selain itu, MUF juga terus mendorong kolaborasi strategis dengan ekosistem Mandiri Group dan mitra lainnya, serta melakukan efisiensi proses melalui pemanfaatan digitalisasi," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: POJK Influencer Keuangan Akan Terbit Semester I-2026, Begini Bocoran Isinya

Untuk 2026, MUF memandang prospek kinerja akan tetap positif dan bertumbuh secara berkelanjutan, sejalan dengan pemulihan ekonomi dan peningkatan kebutuhan pembiayaan masyarakat. 

Terkait kinerja, Elisabeth menerangkan Mandiri Utama Finance mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33% secara Year on Year (YoY) pada 2025. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan perusahaan. 

Elisabeth hanya menyampaikan pertumbuhan itu ditopang oleh kinerja penyaluran pembiayaan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta optimalisasi efisiensi operasional di seluruh lini bisnis. 

"Selain itu, strategi selektif dalam penyaluran pembiayaan dan penguatan manajemen risiko turut berkontribusi terhadap stabilitas kinerja perusahaan," kata Elisabeth.

Baca Juga: Daya Beli Melemah, Simpanan Kelas Menengah Bawah Terancam Makin Tipis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×