Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan pergadaian memproyeksikan kinerja pembiayaan industri masih berpeluang terus tumbuh ke depannya. Misalnya saja, PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) menilai peluang pertumbuhan itu dipicu permintaan pasar gadai yang masih besar.
"Kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan dengan proses yang relatif cepat dan mudah masih menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan industri pergadaian," ujar Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring kepada Kontan, Selasa (6/10/2026).
Untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat penetrasi pasar di wilayahnya, Budiarto menyampaikan perusahaan melakukan beberapa upaya. Dia menyebut upayanya, meliputi ekspansi cabang, peningkatan kualitas pelayanan, serta optimalisasi pendanaan.
"Adapun penambahan cabang dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan pasar di masing-masing wilayah," tuturnya.
Selain itu, Budiarto mengatakan Budi Gadai Indonesia juga terus meningkatkan kualitas layanan agar dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Baca Juga: Pembiayaan Budi Gadai Indonesia Tumbuh 23,9% hingga Kuartal III 2026
Mengenai kinerja, Budiarto menerangkan penyaluran pembiayaan Budi Gadai Indonesia tumbuh 23,9% secara Year on Year (YoY) per September 2026. Dia bilang pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan pergadaian masih cukup baik.
Senada, PT Gadai ValueMax Indonesia juga masih cukup optimistis terhadap prospek industri pergadaian ke depannya. Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja menerangkan hal itu didukung kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan jangka pendek dan likuiditas masih besar.
"Menurut kami, gadai juga makin diterima, bukan hanya sebagai solusi ketika sedang membutuhkan dana mendadak, melainkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatur cash flow, pembiayaan usaha, serta konsumsi sehari-hari," katanya kepada Kontan, Selasa (6/10/2026).
Meski terdapat peluang pertumbuhan, Brian juga mengatakan ada sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja pembiayaan ke depannya. Dia bilang tantangannya, meliputi biaya pendanaan, kualitas portofolio, dan kebutuhan untuk terus meningkatkan standar operasional. Oleh karena itu, dia bilang portofolio pembiayaan perlu dikelola secara prudent.
Bagi Gadai ValueMax, Brian menyebut pertumbuhan bukan hanya soal memperbesar portofolio pembiayaan, melainkan juga bisa tumbuh secara sehat, menjaga kualitas pembiayaan, dan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada nasabah.
Terkait kinerja, Brian menerangkan nilai penyaluran pembiayaan Gadai ValueMax sampai Semester I-2026 sebesar Rp 700 miliar. Secara umum, dia bilang kinerja sejauh ini masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Tumbuh 44,60% per Agustus 2026
Sementara itu, Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) menilai pasar pergadaian masih berpotensi bertumbuh ke depannya. Sekretaris PPGI Holilur Rohman menerangkan salah satu segmen yang bisa dikembangkan adalah produk gadai syariah.
"Pasar pergadaian sangat menggiurkan dan akan terus tumbuh," ucap Holilur kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 156,61 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh sebesar 44,60% YoY.
Jika dilihat berdasarkan data OJK, pertumbuhan penyaluran pembiayaan industri pergadaian per Juli 2026 mengalami perlambatan, jika dibandingkan capaian bulan sebelumnya. Adapun penyaluran pembiayaan per Juli 2026 tumbuh sebesar 50,73% secara YoY, dengan nilai Rp 160,78 triliun.
Secara rinci mengenai kinerja per Agustus 2026, Agusman menyampaikan pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai sebesar Rp 132,84 triliun. Nilainya mencakup 84,82% dari total pembiayaan yang disalurkan industri pergadaian.
OJK mencatat, nilai aset industri pergadaian per Agustus 2026 mencapai Rp 187,98 triliun, atau meningkat 44,78% secara YoY.
Baca Juga: Gadai ValueMax Indonesia Sebut Tren Makan Tabungan Bisa Pengaruhi Minat Gadai
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














