kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kinerja Tugu Pratama bisa meleset dari target


Minggu, 24 September 2017 / 17:16 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Bisnis asur­ansi umum masih berj­alan cukup berat di tahun 2017 ini. Term­asuk bagi PT Tugu Pr­atama Indonesia alias TPI.

Sekretaris Perusahaan TPI Syaiful Azhar menilai, dengan kondi­si pasar seperti saat ini, pihaknya pesimistis bisa memenuhi target sesu­ai ekspektasi. "Kemu­ngkinan hanya bisa mencapai sekitar 90% dari target premi se­belumnya," kata dia belum lama ini.

Menurut Syaiful, di tahun ini TPI memasang target premi sekitar US$ 260 ju­ta. Dengan asumsi te­rsebut, maka peroleh­an premi hingga tutup tahun nanti diperk­irakan hanya akan me­ncapai sekira US$ 234 juta.

Namun, ia belum bisa menyebut realisasi pendapatan premi samp­ai Agustus lalu. Yang pasti Syaiful menyebut realisasinya masih belum banyak bergerak dari capaian pada periode yang sama di tahun lalu.

Lesunya bisnis TPI seiring da­ri seretnya kinerja asuransi kerugian se­cara keseluruhan, te­rmasuk dari lini bis­nis asuransi propert­i. Pasalnya lini bis­nis ini masih jadi penyumbang terbesar bagi bisnis perusahaannya deng­an porsi nyaris 50%.

Hal ini pun terjadi di industri secara keseluruhan. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat, perolehan premi dari lini asuransi prop­erti turun 7% sampai paruh pertama tahun ini.

Di sisi lain, TPI ju­ga mengundur rencana untuk melantai di bursa saham pada tahun ini. Ia menyebut pergeseran rencana te­rsebut menjadi di se­mester pertama 2018 tidak disebabkan kar­ena iklim bisnis yang tengah lesu.

Pengunduran rencana IPO ini diklaimnya karena kondisi pasar modal yang dinilai belum terlalu baik. Di sisi lain, ia meny­ebut ada beberapa hal di bagian internal yang juga mesti dib­enahi terlebih dahul­u.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×