Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mencatat penurunan klaim bruto pada kuartal I-2026, seiring membaiknya rasio klaim terhadap premi.
Corporate Secretary Asuransi Digital Bersama Rahmat Dwiyanto mengatakan, realisasi klaim bruto perusahaan tercatat sekitar Rp 21,8 miliar pada kuartal I-2026, atau setara 13,5% terhadap premi.
“Angka tersebut membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 27,8 miliar atau 18,1% terhadap premi,” ujarnya kepada Kontan, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: BNI Siapkan Sejumlah Langkah Antisipasi Volatilitas Ekonomi
Perbaikan rasio klaim ini turut memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan. Anto menyebut, kinerja tersebut didorong oleh konsistensi perusahaan dalam melakukan product review secara berkala serta strategi diversifikasi portofolio ke lini bisnis dengan profil risiko yang lebih terkelola.
"Perusahaan secara konsisten melakukan evaluasi produk secara berkala serta memanfaatkan teknologi untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi klaim," jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi potensi kenaikan risiko, khususnya ketika telah melampaui parameter yang ditetapkan, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat waktu.
Di sisi lain, Anto menyebut pihaknya juga terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Baca Juga: Tugure Angkat Bicara Mengenai Rencana Konsolidasi Reasuransi BUMN
Di sepanjang tahun 2026 ini, YOII memandang tingkat klaim hingga akhir 2026 masih dapat terjaga sesuai ekspektasi. Perusahaan akan melanjutkan evaluasi berkala yang didukung pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi lonjakan klaim secara lebih dini, guna menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat mitigasi risiko di tengah dinamika ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













