kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Konsorsium Perbanas mau bikin biro kredit swasta


Kamis, 12 Desember 2013 / 09:26 WIB
ILUSTRASI. Per Selasa (26/7), penambahan vaksinasi Covid-19 mencapai 356.652 dosis, baik untuk vaksinasi dosisi pertama, kedua, dan ketiga.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: A.Herry Prasetyo

JAKARTA. Penerbitan aturan Bank Indonesia (BI) tentang Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) yang mulai berlaku 5 Desember 2013, mendapat sambutan hangat. Maklum, saat ini belum ada LPIP alias biro kredit swasta di Tanah Air.

Sigit Pramono, Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas), mengatakan pihaknya sedang mengkaji pembentukan konsorsium bersama dengan Asosiasi Lembaga Pembiayaan, Asosiasi Asuransi Jiwa dan asosiasi lain di bidang non bank untuk mendirikan LPIP. Sayang, Sigit belum mau buka-bukaan soal struktur konsorsium tersebut.

Perbanas sudah mengajukan rencana bisnis pendirian LPIP ke BI. Sigit optimistis konsorsium Perbanas bakal mengantongi surat izin pendirian LPIP pada kuartal I-2014. "Kami juga membuka kesempatan bagi investor asing untuk masuk mendirikan LPIP bersama kami," kata Sigit, kepada KONTAN, Rabu (11/12). Berdasarkan surat edaran (SE) BI tanggal 5 Desember 2013, kepemilikan saham asing maksimal sebesar 20%  pada LPIP."Kami membuka peluang kerjasama dengan investor asing, misalnya berbentuk kerjasama infrastruktur atau teknologi," ucap Sigit.

Nantinya, LPIP racikan konsorsium Perbanas tersebut bakal menggarap pemeringkatan kredit sektor korporasi, konsumsi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Hukum dan Kepatuhan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), mengatakan Pefindo tengah mengkaji rencana pendirian LPIP dengan investor asing asal Jepang.

Rencana awal, Pefindo memiliki 51% saham dan sisanya milik investor Jepang. Dengan kata lain, beleid BI menggugurkan ambisi Pefindo. "Sekarang kami sedang mempelajari kemungkinan untuk bekerjasama dengan investor lain," ucap Yohanes.

Informasi saja, LPIP swasta diharapkan membuka kesempatan kredit kepada masyarakat yang belum tersentuh bank. Selama ini perbankan mengetahui calon debitur hanya bersumber dari Sistem Informasi Debitur (SID) buatan BI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×