kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Konsumsi beras RI per orang 130 kg, Jepang 30 kg


Kamis, 04 September 2014 / 16:41 WIB
Konsumsi beras RI per orang 130 kg, Jepang 30 kg
ILUSTRASI. Program subsidi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua bakal diikuti oleh 8 produsen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, masyarakat Indonesia merupakan konsumen nasi yang sangat besar di dunia. Karena hal itu, dia pun menyebut masyarakat Indonesia keberatan karbohidrat.

"Asupan makanan kita paling berat di karbohidrat karena makan nasinya banyak," ujar Rusman dalam acara Refleksi Tiga Tahun Pelaksanaan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Jakarta, Kamis (4/9).

Dia mengakui, Indonesia adalah salah satu negara dengan produksi pertanian terbesar di dunia. Namun, hal tersebut juga diimbangi dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi sehingga kebutuhan pangan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah masyarakat.

Rusman memberikan pembandingan antara konsumsi nasi masyarakat Indonesia dan Jepang. Di Indonesia, kata dia, masyarakat memakan nasi sebanyak 130 kilogram per tahun per kapita. Sementara masyarakat Jepang hanya memakan nasi sebanyak 30 kilogram per tahun per kapita alias empat kali lebih rendah dari Indonesia.

Dengan data tersebut, menurut Rusman, masyarakat Indonesia merupakan konsumen pangan paling boros. Dia pun berharap agar masyarakat Indonesia bisa mencontoh Jepang.

"Seharusnya kita seperti Jepang dengan memakan nasi yang sedikit dan makan lauknya banyak," kata Rusman. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×