kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Kontribusi FIF Syariah Makin Menyusut


Sabtu, 24 Juli 2010 / 10:47 WIB
Kontribusi FIF Syariah Makin Menyusut


Reporter: Fransiska Firlana | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Menjalankan bisnis pembiayaan berbasis syariah ternyata gampang-gampang susah. Tengok saja laju bisnis pembiayaan berprinsip syariah yang dijalankan oleh perusahaan pembiayaan sebesar PT Federal International Finance (FIF).

Sepanjang dua tahun terakhir, kontribusi bisnis dari lini syariah terus mengerut. Direktur Keuangan FIF David Iskandar mengatakan, dua tahun lalu pembiayaan syariah mampu menyumbang 12% dari total bisnis perusahaan. "Namun, belakangan persentase itu terus mengecil hingga sekarang kontribusinya tinggal 3% saja," kata David.

David bilang, terus menyusutnya kontribusi bisnis syariah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama masalah konsumen itu sendiri. "Konsumen belum teredukasi terhadap pembiayaan syariah. Konsumen yang concern dan paham dengan prinsip syariah belum terlalu banyak," jelasnya.

Selain itu tidak sedikit konsumen yang cenderung berpindah pada saat ada yang lebih menguntungkan daripada melalui jalur pembiayaan syariah. "Konsep dari hukum syariah itu juga bukan bersifat mandatori bagi nasabah kita saat ini.

Jadi ketika kredit konvensional memberikan tawaran kredit lebih murah daripada kredit melalui syariah, atau misalnya ada tawaran hadiah menarik dari kredit konvensional maka konsumen akan beralih ke kredit yang lebih murah dan menguntungkan," papar David.

Jadi kendala itu terletak pada market itu sendiri, sehingga membuat bisnis pembiayaan syariah saat ini belum terlalu berkembang. "Bukan karena kita diam tidak menjalankan bisnis ini, tapi memang permintaan pasarnya yang memang agak sulit," ujar David.

Kendala lain yang membuat laju bisnis pembiayaan syariah melambat adalah kenyataan bahwa funding dari syariah sendiri saat ini lebih mahal ketimbang dari yang konvensional. "Hal inilah yang kemudian membuat orang berpikir memilih hal mana yang lebih menguntungkan. Jadi syariah menjadi bukan pilihan untuk masa itu," ujar David. David menyebutkan, spread cost of fund antara syariah dengan konvensional mencapai 1,5% hingga 2%.

Meski kontribusi syariah terus mengecil, FIF tidak akan menghilangkan bisnis ini. "Kami tetap akan menjalankan bisnis syariah karena ini merupakan alternatif pembiayaan yang kami sediakan bagi nasabah. Saat ini kami sedang menyiapkan beberapa strategi untuk mendongkrak laju bisnis ini," pungkas David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×