kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45767,97   -12,34   -1.58%
  • EMAS1.024.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Koperasi kini mulai manfaatkan teknologi digital untuk ekspansi pasar


Sabtu, 12 September 2020 / 09:45 WIB
Koperasi kini mulai manfaatkan teknologi digital untuk ekspansi pasar
ILUSTRASI.

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan teknologi digital tidak cuma menjadi mainan para usaha rintisan atau usaha kecil dan menengah yang sudah melek teknologi. Tetapi, koperasi juga sudah mulai menerapkan teknologi tersebut.

Salah satunya adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati yang berdiri di Jakarta pada 2008. Menurut Ceppy Y. Mulyadi, salah satu Pendiri dan Ketua KSP Sahabat Mitra Sejati, pada 2017, pihaknya mulai menyediakan layanan digital untuk produk simpanan online. Tujuannya, biar bisa menjangkau lebih banyak anggota dan mempermudah dalam melakukan transaksi keuangan. "Nama produknya Sobatku," kata Ceppy, Jumat (11/9).

Dengan Sobatku, anggota KSP Sahabat Mitra Sejati gampang melakukan pembayaran, tarik tunai, atau menabung, yakni cukup di gerai Alfamart saja. Target pasar koperasi ini adalah para pelaku UMKM. 

Berkat layanan digital tersebut, jumlah anggota KSP Sahabat Mitra Sejati sudah mencapai 30.000 anggota, yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia. Kebanyakan dari anggota koperasi ini adalah UMKM di berbagai bidang. Ada pebisnis kopi, pengusaha binatu, fesyen, hingga pengusaha roti. 

Baca Juga: Teten Masduki ajak peternak ayam masuk koperasi agar usahanya capai skala bisnis

Dengan jumlah anggota tersebut, Ceppy menyebutkan, aset koperasinya  per Juni 2020 lalu menembus angka Rp 3,5 triliun. Sedangkan hingga akhir Juni, total pinjaman yang sudah tersalurkan ke para anggota mencapai Rp 2,4 triliun. 

Rata-rata, Ceppy bilang, anggota KSP Sahabat Mitra Sejati meminjam dengan besaran kurang dari Rp 100 juta. Kalau ada anggota yang ingin pinjam lebih dari Rp 100 juta, bakal ditelaah lebih lanjut, terutama dari sisi bisnis, untuk menghindari kredit macet. Sejauh ini, angka nonperforming loan (NPL) koperasi itu masih terjaga di sekitar 3%. 

Terkait dengan pembiayaan, Ceppy menjelaskan, koperasinya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa bank. Yakni, Bank Sahabat Sampoerna, Bank BJB, serta Bank Sinarmas.

Sayang, Ceppy tidak memerinci target bisnis KSP Sahabat Mitra Sejati tahun ini. Yang jelas, di tengah pandemi Covid-19, pihaknya bakal terus mengoptimalkan teknologi digital, terutama di layanan Sobatku. Dengan begitu, makin memudahkan para anggota dalam menjalankan transaksi keuangan supaya bisnis mereka semakin maju.

Selanjutnya: Mau ikut tender pemerintah? Inilah tahapan caranya bagi UMKM

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×