kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kredit agribisnis Mandiri capai Rp 62,64 triliun


Jumat, 22 Agustus 2014 / 15:42 WIB
Mantan PM Malaysia Muhyiddin Yassin Terseret Kasus Dugaan Korupsi


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Ruisa Khoiriyah

DENPASAR. Penyaluran kredit Bank Mandiri di sektor perkebunan tumbuh tipis pada semester I-2014. Ada 5 komoditi perkebunan yang menjadi andalan Bank Mandiri untuk penyaluran kredit. Yakni, kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, dan kakao.

Hal itu diungkapkan oleh Sunarso, Direktur Comercial dan Bussiness Banking Bank Mandiri, di Denpasar, hari ini (22/8). "Total kredit perkebunan kami untuk 5 komoditi tersebut mencapai Rp 62,64 triliun," ujarnya.

Dengan demikian, pertumbuhan nilai penyaluran kredit Bank Mandiri untuk 5 komoditi itu baru sebesar 4,1% bila dibandingkan posisi 30 Juni 2013 yang nilainya mencapai Rp 60,17 triliun.

Porsi terbesar adalah kredit untuk kelapa sawit yang nilainya mencapai Rp 54,63 triliun. Disusul kredit di sektor karet senilai Rp 4,76 triliun. Selanjutnya, tebu dengan nilai kredit Rp 2,49 triliun. Kemudian, kredit di perkebunan teh senilai Rp 481,18 miliar. Terakhir, kopi dan kakao dengan nilai kredit Rp 275,63 miliar. Jumlah debitur Bank Mandiri untuk sektor perkebunan saat ini mencapai 3.651 perusahaan.

Bank Mandiri menilai, potensi penyaluran kredit perkebunan masih terbuka lebar. Terlebih, selama ini, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) sektor perkebunan di bank pelat merah itu, masih sangat rendah, yakni 0,2% per Juni 2014.

Kendati tumbuh tipis, kontribusi kredit kelapa sawit dari Bank Mandiri terhadap kredit kelapa sawit nasional, lumayan besar yaitu mencapai 24,39% per Juni 2014. Sedangkan kredit karet kontribusinya hanya sebesar 2,13%. Kemudian, kontribusi kredit tebu lebih kecil lagi yaitu cuma 1,11% dari kredit perbankan nasional untuk perkebunan tebu. Untuk kelompok kredit teh, kontribusi nilainya sekitar 0,21% dari total kredit perbankan nasional untuk teh. Terakhir, kredit kopi dan kakaonya malah hanya 0,12% dari kredit perbankan nasional untuk kopi dan kakao.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×