kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kredit Bank Jatim hanya tumbuh 1,33%


Kamis, 13 Oktober 2016 / 15:28 WIB
Kredit Bank Jatim hanya tumbuh 1,33%

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Perlambatan bisnis masih menghantui sektor perbankan. Buktinya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) hanya mencatat pertumbuhan kredit sebesar 1,33% menjadi Rp 29.62 triliun per September 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 29,23 triliun.

Suroso, Direktur Utama Bank Jatim mengatakan, pemerintah banyak melakukan pelunasan dan tak melakukan pencairan kredit di akhir tahun 2016 hingga kuartal I-2017. Harapannya, debitur non pemerintah masih melakukan pencairan kredit.


“Kami menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7% hingga akhir tahun ini,” katanya, Kamis (13/10).

Kredit yang tumbuh hanya satu digit ini lantaran kredit komersial tercatat turun 8,63% menjadi Rp 6,01 triliun, kredit kecil dan menengah (UKM) turun 4,24% menjadi Rp 4,51 triliun, dan kredit konsumer hanya tumbuh 6,45% menjadi Rp 19,09 triliun.

Selanjutnya, Bank Jatim masih akan mengandalkan penyaluran kredit di konsumer untuk mencapai target kredit.

Meskipun kredit hanya tumbuh satu digit, namun laba bersih tercatat tumbuh 20,11%  menjadi Rp 836,57 miliar per September 2016 dibandingkan posisi September 2015 senilai Rp 696,49 miliar.

Suroso bilang, laba masih tumbuh tinggi ini, karena perusahaan masih menghasilkan bunga kredit dari komitmen bunga kredit yang tinggi

Targetnya, laba bersih akan mencapai Rp 980 miliar hingga akhir tahun ini setelah dipotong pajak sebesar 30% dari total laba bersih sebelum pajak senilai Rp 1,4 triliun. Selain dari pendapatan bunga, perusahaan akan mengincar perolehan laba dari pendapatan komisi atau fee based income.

Sementara, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat turun 5,91% menjadi Rp 41,16 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 43,75 triliun per September 2015. DPK yang turun ini karena giro tercatat turun 14,61% menjadi Rp 16,71 triliun, dan deposito turun 12,42% menjadi Rp 12,20 triliun.




TERBARU

Close [X]
×