Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
Di level perbankan, kredit konsumsi PT Bank Central Asia Tbk pada 2025 tumbuh tipis 0,2% yoy, jauh melambat dari 12,4% yoy setahun sebelumnya. KPR dan pinjaman pribadi masih tumbuh masing-masing 5% yoy dan 9,8% yoy, namun KKB terkoreksi hingga 13,3% yoy.
Meski demikian, manajemen BCA tetap optimistis. Bank ini mengandalkan prospek ekonomi yang positif dan likuiditas yang solid, termasuk melalui gelaran BCA Expoversary yang menawarkan promo bunga khusus KPR dan KKB untuk menjaga volume penyaluran.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk mampu menjaga pertumbuhan yang lebih seragam. Hingga Desember 2025, pembiayaan KPR (BSI Griya) tumbuh 6,03% yoy, KKB (BSI Oto) melonjak 18,99% yoy, dan pembiayaan multiguna (BSI Mitraguna) tetap stabil.
Baca Juga: Kredit Konsumsi Oktober 2025, KPR Lesu, KKB Anjlok Tajam
Manajemen BSI menilai kinerja tersebut ditopang keunggulan skema syariah yang memberi kepastian margin di tengah fluktuasi suku bunga.
Untuk 2026, prospek tetap positif dengan katalis berbeda di tiap segmen: insentif pemerintah untuk KPR, tren kendaraan listrik untuk KKB, serta kebutuhan esensial nasabah payroll untuk pembiayaan multiguna.
Dengan berbagai strategi tersebut, perbankan berharap kredit konsumsi dapat kembali menguat seiring perbaikan daya beli yang lebih merata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














