Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatatkan penurunan posisi undisbursed loan hingga Februari 2026. Nilainya tercatat sebesar Rp 3,9 triliun, turun dari Rp 4,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Posisi undisbursed loan saat ini setara 9,04% dari total kredit, sementara undisbursed loan periode yang sama tahun lalu mencapai 11,42% dari total kredit.
Presiden Direktur KB Bank Kunardy Lie menjelaskan, dinamika undisbursed loan pada dasarnya tak lepas dari kuatnya pipeline kredit yang terbentuk sejak akhir tahun lalu, terutama dari segmen korporasi dan komersial.
Kunardy menambahkan, realisasi pencairan memang cenderung dilakukan bertahap oleh debitur.
Baca Juga: Danantara Ambil Alih Manajer Investasi Milik BRI, BNI, Bank Mandiri Senilai Rp 2,7 T
“Hal ini dipengaruhi oleh penyesuaian timing proyek, proses administrasi, serta kehati-hatian debitur dalam mengeksekusi investasi,” ujar Kunardy kepada Kontan, pekan lalu.
Namun, ia mencermati kondisi ketidakpastian ekonomi, baik dari faktor global seperti arah suku bunga maupun dari sisi domestik seperti prospek permintaan, berpotensi mendorong pelaku usaha untuk mengambil sikap wait and see. Dampaknya, terdapat jeda antara persetujuan kredit dan pencairan dana.
Kendati begitu, Kunardy menilai posisi undisbursed loan sejatinya mencerminkan potensi pertumbuhan kredit ke depan. Tak masalah jika profil pencairannya saat ini cenderung lebih gradual seiring dengan kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi.
Ke depan, KB Bank melihat peluang pencairan kredit dari pipeline tersebut masih terbuka, terutama jika terdapat kejelasan arah kebijakan ekonomi dan stabilitas pasar yang lebih baik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, KB Bank akan melakukan monitoring pipeline kredit secara aktif, menyesuaikan jadwal pencairan dengan kebutuhan debitur, serta tetap menjaga kualitas aset.
Baca Juga: Dividen Bank Danamon (BDMN) Segera Cair Rp 142 per Saham, Simak Jadwal Lengkanya
“Setiap pencairan tetap harus sesuai dengan risk appetite dan kesiapan proyek,” jelasnya.
Untuk tahun ini, Kunardy bilang, pihaknya memproyeksikan pencairan undisbursed loan bakal lanjut meningkat, meski tetap dilakukan secara selektif dan prudent di tengah potensi volatilitas yang masih berlangsung.
Ia turut menekankan, pendekatan berbasis kebutuhan riil debitur menjadi kunci agar pertumbuhan kredit tetap sehat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













