Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan tabungan haji PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) terus tumbuh di awal tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat, Hayunaji, menyebut Bank Muamalat saat ini menguasai 59% dari pangsa pasar haji khusus dan 13% untuk haji reguler. Selain itu, Bank Muamalat juga melayani hingga sekitar 700.000 jemaah haji tunggu.
Hayunaji menilai minat masyarakat untuk mulai menabung haji semakin tinggi. Adapun kondisi politik global saat ini tidak terlalu berpengaruh terhadap niat nasabah untuk berhaji.
Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai
"Di tengah kondisi global saat ini, pertumbuhan Tabungan Haji Bank Muamalat masih menunjukkan tren positif," kata Hayunaji kepada Kontan, Senin (6/4/2026).
Selain itu, Hayunaji juga mencermati antrean peserta haji yang semakin panjang di Indonesia. Untuk bisa berangkat haji secara reguler, maka nasabah harus sudah mulai menabung sejak jauh-jauh hari.
Hayunaji optimistis, layanan tabungan haji Bank Muamalat akan terus tumbuh positif. Bank Muamalat sendiri di tahun 2026 ini memang memfokuskan pelayanannya pada ekosistem zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) serta pelayanan haji dan umrah.
Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengatakan, potensi pertumbuhan tabungan haji bank syariah ke depannya sangatlah besar.
"Dengan karakter masyarakat Indonesia yang religius dan menjadikan haji sebagai cita-cita hidup, tren pertumbuhan tabungan haji di bank syariah diperkirakan tetap positif,” ujar Emir saat dihubungi, Senin (6/4/2026).
Bank syariah masih memiliki peluang yang luas untuk berinovasi dalam layanan tabungan hajinya. Salah satunya, kata Emir, adalah dengan menyediakan fitur cicilan haji yang terintegrasi langsung dengan sistem pendaftaran di Kementerian Haji.
Selain itu, Emir juga menyebut bank syariah bisa fokus mendorong pertumbuhan tabungan haji pada basis nasabah yang lebih muda. Dengan antrean haji yang semakin panjang, bank syariah bisa menyasar calon jemaah muda dan generasi pekerja awal.
Baca Juga: OJK: 9 dari 144 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp 100 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













