kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Kredit Tumbuh 13,65%, DPK Hanya 10,94%, OJK Pastikan Likuiditas Memadai


Senin, 05 Oktober 2026 / 15:44 WIB
Kredit Tumbuh 13,65%, DPK Hanya 10,94%, OJK Pastikan Likuiditas Memadai
ILUSTRASI. DPK Perbankan: Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tertinggal dari penyaluran kredit, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis likuiditas perbankan masih di level yang memadai. 

Hingga Agustus 2026, OJK mencatat kredit tumbuh hingga 13,65% secara tahunan menjadi Rp 9.178 triliun, melaju dari pertumbuhan 13,58% yoy pada bulan sebelumnya. 

Di sisi lain, kinerja DPK justru terpantau melandai dengan catatan pertumbuhan 10,94% secara year on year (yoy) menjadi Rp 10.413 triliun, dari pertumbuhan 11,21% yoy pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Tumbuh 3,59%, Aset Industri Asuransi Komersial Capai Rp 982,18 T pada Agustus 2026

Meski begitu, dalam periode yang sama, rasio kredit terhadap pendanaan alias loan to deposit ratio (LDR) bank justru turun menjadi 88,14% dari posisi 88,38%, meski tetap lebih tinggi ketimbang posisi 86,03% pada Agustus 2025. 

Kendati begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang peningkatan LDR saat ini perlu dilihat secara proporsional sebagai bagian dari fungsi intermediasi perbankan. 

Meski, ia mengaku, di saat yang sama terlihat adanya penurunan likuiditas sebagai konsekuensi dari penyaluran kredit yang lebih tinggi ketimbang pendanaannya. 

“Dalam beberapa bulan terakhir, alat likuid perbankan terpantau cenderung melandai khususnya pada bank-bank dengan pertumbuhan kredit yang relatif tinggi,” ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK bulanan, Senin (5/10/2026). 

Namun begitu, Dian bilang secara industri likuiditas perbankan masih berada pada level yang memadai. Toh, berbagai rasio likuiditas utama masih berada pada level yang memadai dan di atas ketentuan minimum. 

Yang mana, liquidity coverage ratio (LCR) perbankan masih mencapai 187,07%, di atas ketentuan minimum 100%, dan alat likuid AL/NCD mencapai 102,3% dan AL/DPK sebesar 23% per Agustus 2026. 

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Tumbuh 44,60% per Agustus 2026

“Itu jauh di atas threshold ketentuan yang berlaku,” tegas Dian. 

Kredit Masih Bakal Melaju

Lebih lanjut, Dian bilang peluang pertumbuhan kredit perbankan masih terbuka. Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit secara bulanan menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada sektor strategis. 

Utamanya, kata Dian, sektor perdagangan besar dan eceran yang porsinya mencapai 14,73% dari total kredit. Menyusul sektor industri pengolahan dengan porsi kredit 16,66%, pertambangan dan penggalian sebesar 5,21%, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 6,79%, serta konstruksi mencapai 6,7%. 

“Pertumbuhan kredit dari sektor-sektor tersebut dipandang akan terus mendorong pertumbuhan penyaluran kredit dan diharapkan dapat mendukung pencapaian target kredit sampai akhir tahun ini,” tukas Dian. 

Untuk diketahui, tahun ini OJK menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing di level 10%-12% dan 7%-9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×