kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.608   -231,81   -3,97%
  • KOMPAS100 739   -32,83   -4,26%
  • LQ45 560   -21,15   -3,64%
  • ISSI 195   -8,26   -4,06%
  • IDX30 317   -11,57   -3,52%
  • IDXHIDIV20 393   -14,06   -3,46%
  • IDX80 84   -3,27   -3,74%
  • IDXV30 107   -4,42   -3,97%
  • IDXQ30 102   -3,70   -3,49%

OJK Mencatat Kredit Tumbuh 9,98% April 2026, NPL Naik Tipis


Jumat, 05 Juni 2026 / 14:53 WIB
OJK Mencatat Kredit Tumbuh 9,98% April 2026, NPL Naik Tipis
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (DOK/Lydia Tesaloni)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan kembali tumbuh positif pada bulan keempat 2026. Namun dari segi kualitasnya, kredit bermasalah terpantau naik dalam periode ini. 

Hingga April 2026, OJK mencatat kredit industri perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 8.755 triliun. Capaian ini lebih baik dari pertumbuhan kredit pada Maret 2025 sebesar 9,49% yoy.

Berdasarkan jenisnya, kredit investasi masih menunjukkan performa terbaik dengan pertumbuhan 19,48% yoy. Namun, capaian ini melambat dari pertumbuhan 20,85% yoy pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: OJK Surati Perbankan untuk Dukung Implementasi Aturan Baru DHE SDA

Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi kompak melaju dalam periode ini. Yang mana, kredit modal kerja tumbuh 6,04% yoy atau melaju dari pertumbuhan 4,38% yoy pada bulan sebelumnya. 

Sementara kredit konsumsi tumbuh 6,13% yoy, lebih baik dari pertumbuhan 5,88% yoy pada bulan sebelumnya. 

Di luar itu, kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berhasil meneruskan catatan pertumbuhan meski perlahan. Hingga April 2026, kredit UMKM tumbuh 0,16% yoy, melanjutkan pertumbuh 0,12% yoy pada bulan sebelumnya. 

Dari sisi penyalur, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang dari segi kepemilikannya, kredit bank BUMN masih mencatatkan kinerja paling apik. “Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 14,35% yoy,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) bulanan, Jumat (5/6/2026).

Dari sisi profil risiko, tercatat rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) industri terpantau naik. NPL gross naik menjadi 2,17% dari posisi 2,14% pada bulan sebelumnya dan NPL net stabil naik tipis ke 0,84% dari 0,83%. 

Baca Juga: DHE Tak Cukup Diikat Regulasi, Perbanas Sebut Keamanan dan Pajak Jadi Pertimbangan

Dian memastikan likuiditas bank terjaga, yang mana rasio alat likuid AL/NCD turun menjadi 111,13% dari posisi 122,55% dan AL/DPK menjadi 25,39% dari 27,85% pada bulan sebelumnya. 

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan hingga April 2026 tumbuh 11,4% yoy menjadi Rp 10.077 triliun, melambat dari pertumbuhan 13,55% yoy pada bulan sebelumnya. 

Untuk diketahui, tahun ini OJK menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing di level 10%–12% dan 7%–9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×