kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Likuiditas Bank Masih Longgar: OJK Proyeksi Kredit Tumbuh di Atas 10% pada 2026


Rabu, 15 Juli 2026 / 19:06 WIB
Likuiditas Bank Masih Longgar: OJK Proyeksi Kredit Tumbuh di Atas 10% pada 2026
ILUSTRASI. OJK pastikan likuiditas perbankan sangat memadai dan diproyeksi kredit tumbuh di atas 10% hingga akhir tahun (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi likuiditas industri perbankan masih berada dalam kondisi yang sangat memadai di tengah volatilitas nilai tukar rupiah, persaingan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), serta kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, hingga saat ini likuiditas belum menjadi persoalan bagi industri perbankan. Menurutnya, berbagai rasio likuiditas perbankan masih berada jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator.

"Kalau kita melihat kondisi saat ini, likuiditas bukan menjadi isu. Rasio-rasio likuiditas perbankan masih jauh di atas standar, sehingga kami melihat tidak ada risiko likuiditas," ujar Dian usai menghadiri OJK Banking Forum 2026, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan, keputusan pemerintah untuk tidak menarik dana saldo anggaran lebih (SAL) dari perbankan, bahkan menambah likuiditas ke industri, turut menopang kondisi pendanaan bank.

Baca Juga: CNAF Catat Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Rp1,06 Triliun hingga Juni 2026

Berdasarkan data OJK, pada Mei 2026, kredit tumbuh sebesar 11,51% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi sebesar Rp 8.918 triliun

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,95% secara tahunan. Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 8,09% dan kredit konsumsi naik 5,89%.

Dari sisi debitur, pertumbuhan tertinggi berasal dari kredit korporasi yang meningkat 18,39% secara tahunan.

Sementara itu, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan dengan tumbuh 0,60%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,16% pada April.

Ditinjau berdasarkan kelompok bank, kredit bank BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,98% secara tahunan.

Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 13,49% menjadi Rp 10.294 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan giro sebesar 20,53%, deposito 10,17%, dan tabungan 10,21% secara tahunan. 

Dengan kondisi tersebut, OJK optimistis fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan baik hingga akhir tahun. Dian melihat pertumbuhan kredit terus menunjukkan tren meningkat secara tahunan.

"Kalau kita lihat year on year, pertumbuhan kredit terus meningkat. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa mencapai pertumbuhan di atas 10%," katanya.

Menurut Dian, kenaikan suku bunga acuan BI memang berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund) perbankan. Namun, dampaknya terhadap bunga kredit tidak akan terjadi secara langsung.

Baca Juga: Dana Kelolaan Nasabah Kaya Bank DBS Naik 13% yoy Juni2026 di Tengah Volatilitas Pasar

Ia menjelaskan, industri perbankan umumnya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan suku bunga kredit agar tidak membebani kemampuan bayar debitur.

"Kalau BI Rate naik, penyesuaian bunga kredit tentu ada. Tetapi prosesnya tidak langsung karena bank juga harus mempertimbangkan kondisi debitur. Biasanya masa penyesuaian itu berlangsung beberapa bulan," ujarnya.

Dian juga memperkirakan, persaingan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) akan tetap terkendali. Dengan likuiditas yang masih memadai, tekanan terhadap biaya dana dinilai tidak akan terlalu besar.

Karena itu, OJK meyakini industri perbankan masih memiliki ruang untuk menjaga pertumbuhan kredit sekaligus mempertahankan kualitas aset hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×