kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Kredit UMKM masih lesu, perbankan putar otak genjot pertumbuhan


Selasa, 08 September 2020 / 20:27 WIB
Kredit UMKM masih lesu, perbankan putar otak genjot pertumbuhan
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang BCA Tangerang Selatan, Jumat (17/4). Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengambil langkah kebijakan terkait Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus atau Covid-19 dengan kembali melaku

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu, PT Bank BNI Syariah mengatakan akan makin gencar menggenjot pembiayaan UMKM. Apalagi setelah mendapatkan jatah kredit usaha rakyat (KUR) dari Pemerintah sebesar Rp 700 miliar. Dengan komposisi Rp 350 miliar untuk KUR Mikro dan Rp 350 miliar untuk KUR kecil yang akan disalurkan kepada 68 kantor cabang BNI Syariah. 

"Kalau seluruh calon debitur mengambil maksimal nilai plafon, maka tahun ini KUR bisa disalurkan setidaknya ke 7.700 nasabah tahun ini," ujar Direktur Bisnis Retail dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi belum lama ini. 

Wajar saja, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ini memang terbilang fokus bermain di segmen UMKM dengan jumlah debitur yang mencapai 7,7 juta nasabah. Adapun, beberapa sektor yang akan menjadi fokus BNI Syariah antara lain pertanian, perdagangan, industri, perikanan, peternakan dan di sektor jasa lainnya sesuai dengan persyaratan KUR dari Pemerintah.

Baca Juga: Penuhi modal inti Rp 1 triliun, tujuh bank BUKU I tinggal punya waktu sekitar 3 bulan

Sementara itu, sampai dengan kuartal II 2020 BNI Syariah mencatatkan realisasi pembiayaan mikro sebesar Rp 1,53 triliun dengan jumlah nasabah sebanyak 12.254. Sampai akhir tahun, pembiayaan mikro BNI Syariah diharapkan bisa mencapai Rp 1,63 triliun. 

Sebagai tambahan informasi saja, menurut data bank sentral, penurunan pertumbuhan kredit UMKM utamanya terjadi pada skala usaha mikro, dari naik 2% yoy di bulan Juni 2020 menjadi minus 1,4% yoy di bulan Juli 2020. Berdasarkan jenis penggunaannya, penurunan kredit UMKM disebabkan oleh kredit investasi yang baru naik 0,2% yoy alias stagnan. Sementara kredit modal kerja masih turun 0,7% yoy. 

 

 

Selanjutnya: Berkurang satu, ini 157 fintech lending yang terdaftar di OJK

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×