Reporter: Aura Putri, Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kualitas kredit konsumer perbankan menunjukkan perkembangan yang beragam pada kuartal II-2026. Sejumlah bank mencatat kenaikan NPL konsumer, sementara bank lainnya justru membukukan perbaikan kualitas kredit.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat NPL stabil di 1,9% pada Juni 2026, sama seperti periode yang sama tahun lalu.
Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan, kualitas aset yang terjaga merupakan hasil penerapan manajemen risiko secara disiplin dan konsisten pada seluruh tahapan proses bisnis.
Baca Juga: Literasi LKM Capai 12,44%, tapi Inklusi Cuma 3,01%, Ini Tantangan yang Dihadapi
"Pengelolaan risiko dilakukan sejak tahap penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pasca penyaluran kredit. BNI juga terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat," ujar David dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).
Meski mencatat kestabilan pada NPL total, per Juni 2026 NPL kredit konsumer BNI meningkat menjadi 3% dari 2,1% pada periode sebelumnya.
Berdasarkan produk, NPL kartu kredit meningkat menjadi 4,3% dari 2,5% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, NPL mortgage naik menjadi 3,9% dari 3%, sedangkan NPL personal loan meningkat menjadi 1,6% dari 1%.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah kredit konsumer BNI yang masih tumbuh 9,4% secara tahunan menjadi Rp 160,8 triliun, dari Rp 147 triliun pada periode sebelumnya.
PT Bank Mandiri Tbk mencatat NPL secara keseluruhan membaik menjadi 0,98% pada Juni 2026 dari 1,08% pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, kualitas kredit konsumer justru tertekan, dengan NPL konsumer naik menjadi 3,20% dari 2,51%.
Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengungkapkan, guna memastikan setiap ekspansi yang dilakukan telah mengantisipasi dinamika pasar, pihaknya juga disiplin menerapkan manajemen risiko yang ketat sebagai bentuk prudential banking atau prinsip kehati-hatian perbankan.
Baca Juga: NIM BBNI Tertekan, Samuel Sekuritas: Valuasi Murah & Potensi Dividen Jadi Daya Tarik
"Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ungkap Danis dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).
Secara nominal, pada Juni 2026 NPL konsumer Mandiri meningkat menjadi Rp 3,99 triliun dari Rp 3,06 triliun tahun lalu.
Di sisi lain, kredit konsumer Mandiri mencapai sekitar Rp 125 triliun pada Juni 2026, tumbuh 1,39% secara tahunan dari sekitar Rp 123 triliun. Portofolio tersebut didominasi KPR sebesar Rp 70,7 triliun, disusul auto loan Rp 25,4 triliun dan kartu kredit Rp 22 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat NPL mencapai Rp 18,8 triliun pada Juni 2026 atau sekitar 1,8% terhadap total kredit.
Dari jumlah tersebut, NPL kredit konsumer menyumbang 24,9%, relatif meningkat dari 24,1% pada Juni 2025. Adapun kredit konsumer BCA justru turun 2,4% yoy menjadi Rp 221 triliun pada Juni 2026.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk mencatat perbaikan kualitas kredit. NPL gross BTN turun menjadi 3% pada Juni 2026 dari 3,3% pada Juni 2025.
NPL consumer loan BTN juga turun menjadi 0,4% dari 1,2% pada periode yang sama. Penurunan NPL tersebut terjadi di tengah outstanding consumer loan yang meningkat menjadi Rp 19,62 triliun, tumbuh 160,9% secara tahunan dari Rp 7,52 triliun.
Baca Juga: Bank Mandiri Tebar Promo HUT RI, Diskon hingga Rp 1,7 Juta Berlaku Hingga 23 Agustus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
