kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Laba Bank Mandiri Melesat 24,4% yoy pada Semester I-2026, Ini Penyebabnya


Kamis, 23 Juli 2026 / 18:03 WIB
Laba Bank Mandiri Melesat 24,4% yoy pada Semester I-2026, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Pertumbuhan Kinerja Bank Mandiri (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 30,4 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 24,4% secara tahunan (year on year/yoy). Bank menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit, kualitas aset yang tetap terjaga, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan, salah satu pendorong utama kenaikan laba adalah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 17,1% yoy menjadi Rp 1.710 triliun.

Keberhasilan pihaknya menghimpun dalam dana itulah, kata Novita, yang kemudian mendorong penyaluran menjadi kredit tumbuh 19,9% yoy menjadi Rp 1.592 triliun.

Baca Juga: Bank Mandiri Waspadai Dinamika Suku Bunga hingga Gejolak Global di Semester II-2026

"Dengan pertumbuhan tersebut, net interest income (NII) juga tumbuh sekitar 8%," ujar Novita dalam Public Expose Kuartal II 2026, Kamis (23/7/2026).

Selain pertumbuhan volume bisnis, Bank Mandiri juga mampu menjaga kualitas aset. Hingga Juni 2026, rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) berada di level 0,98%, dengan NPL coverage ratio sebesar 242% dan cost of credit (CoC) sebesar 0,52%.

Menurut Novita, kualitas aset yang tetap terjaga tak terlepas dari strategi bank yang fokus menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang prospektif dan resilien, sekaligus memperkuat ekosistem bisnis dan mendukung agenda strategis pemerintah. "Strategi tersebut juga mencerminkan peran Bank Mandiri sebagai agent of development," katanya.

Tak hanya mengandalkan pendapatan bunga, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan yang kuat pada pendapatan berbasis komisi atau fee based income.

Novita mengungkapkan, peningkatan non-interest income terutama berasal dari pendapatan berulang (recurring income). Fee dari platform Livin' by Mandiri tumbuh 46% secara tahunan, sementara fee dari Kopra by Mandiri meningkat 22,8%. 

Selain itu, fee dari berbagai transaksi treasury juga mencatatkan pertumbuhan sekitar 23%. "Jadi dengan pencapaian volume bisnis yang terus meningkat, profitabilitas yang tetap terjaga, serta pertumbuhan fee based income, Bank Mandiri mampu membukukan laba sebesar Rp 30,4 triliun," ujarnya.

Ke depan, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan kinerja dengan mengandalkan fundamental yang kuat, strategi bisnis yang terarah, serta disiplin dalam pengelolaan risiko.

Baca Juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Rp 30,4 Triliun hingga Juni 2026, Kredit Melesat 19,9%

"Kami yakin dengan fundamental yang kuat, strategi bisnis yang terarah, serta disiplin dalam pengelolaan risiko, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang," tutup Novita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×