kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba Bersih Adira Finance Turun 17% pada Kuartal III-2024


Kamis, 31 Oktober 2024 / 16:10 WIB
Laba Bersih Adira Finance Turun 17% pada Kuartal III-2024
ILUSTRASI. Presiden Direktur Adira Finance, Dewa Made Susila (kanan) bersama Chief of Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani di Jakarta, Kamis (31/10).


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance (ADMF) mencatat penurunan laba bersih sebesar 17% secara year on year (YoY) pada kuartal III-2024.

Chief of Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menjelaskan, laba bersih setelah pajak turun 17% menjadi Rp 1,1 triliun. Salah satu penyebab turunnya laba perusahaan adalah naiknya total beban sebesar 18% secara YoY menjadi Rp 6,1 triliun.

"Peningkatan pada beban ini disebabkan naiknya biaya pendanaan dan biaya kredit," ujar Gani dalam media update kinerja keuangan Adira Finance, Kamis (31/10).

Baca Juga: Adira Finance Catat Peningkatan Piutang Pembiayaan Rp 56,6 Triliun pada Kuartal III

Sementara itu, total pendapatan mencapai Rp 7,5 triliun pada kuartal III-2024. Nilai itu meningkat sebesar 9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kemudian, Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahaan masing-masing tercatat menjadi sebesar 5,7% dan 13,5%.

Gani mengatakan, dari sisi pendanaan Adira Finance terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan baik melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induk yaitu Bank Danamon. Selain itu perusahaan juga memperoleh pinjaman eksternal dari bank (baik bank dalam negeri maupun luar negeri) dan pasar modal (obligasi dan sukuk mudharabah).

Per posisi September 2024, pembiayaan bersama mewakili 48% dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman perusahaan pada September 2024 meningkat sebesar 24% secara YoY menjadi Rp 19,2 triliun, terdiri dari pinjaman bank (dalam negeri dan luar negeri).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×