kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bersih Bank Mega (MEGA) Menurun 13,37% Jadi Rp3,5 Triliun Pada Tahun 2023


Jumat, 23 Februari 2024 / 07:38 WIB
Laba Bersih Bank Mega (MEGA) Menurun 13,37% Jadi Rp3,5 Triliun Pada Tahun 2023
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di kantor cabang Bank Mega Tendean Jakarta, Rabu (10/6). PT Bank Mega Tbk mencatat telah melakukan restrukturisasi kredit senilai 7,58 triliun kepada debitur redampak pandemi Covid-19 per 3 Juni 2020./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/10/06/2020.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Mega Tbk (MEGA) mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan untuk tahun buku 2023.

Bank milik konglomerat Chairul Tanjung ini mencatatkan perolehan laba bersih  sebesar Rp3,5 triliun, menurun 13,37% secara tahunan (year on year/YoY) dari perolehan laba bersih Rp4 triliun pada tahun 2022.

Baca Juga: Bank Mega Syariah Targetkan Pertumbuhan Volume Tabungan Haji Naik 15% di 2024

Berdasarkan laporan keuangan perseroan Kamis (22/2), penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh menurunnya pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) Bank Mega sebesar 4,48% yoy, dari Rp 5,87 triliun menjadi Rp 5,53 triliun pada akhir tahun lalu.

Sehingga margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) ikut menurun dari level 5,42% menjadi 5,21% per Desember 2023

Pendapatan operasional lainnya juga ikut menurun 32,39% yoy, dari Rp5 triliun menjadi Rp4,33 triliun pada tahun 2023. Sementara Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) justru meningkat ke level 65,36% per Desember 2023 dari level 56,76% per Desember 2022.

Baca Juga: Genjot Porsi Dana Murah pada 2024, Ini Strategi Bank Mega (MEGA)

Sejalan dengan itu penyaluran kredit Bank Mega juga terpantau turun 5,68% YoY dari Rp70,29 triliun menjadi Rp66,29 triliun pada tahun 2023.

 

Sementara rasio Kredit macet atau non performing loan (NPL) gross dan net Bank Mega tercatat naik masing-masing ke level 1,57% dan 1,18% per Desember 2023 dari sebelumnya di level 1,23% dan 0,91% per Desember 2022. Meski begitu rasio NPL Bank Mega masih terjaga sehat.

Hal ini membuat rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap aset produktif naik ke level 0,56% per Desember 2023 dari sebelumnya 0,49% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega tercatat menurun 13% yoy dari Rp102,89 triliun menjadi Rp89,43 triliun hingga akhir tahun 2023. Penurunan terbesar terutama terjadi pada simpanan deposito yang turun 15,58% yoy dari Rp75,399 triliun menjadi Rp63,65 triliun per Desember 2023

Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing turun menjadi 3,47% dan 17,62%. Sementara total aset Bank Mega tercatat menurun 6,84% (YoY) dari Rp 141,75 triliun menjadi Rp 132,04 triliun pada tahun 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×