Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif dari layanan pengatur keuangannya yang bernama Muamalat Digital Integrated Acces (MADINA).
MADINA merupakan layanan internet banking dari Bank Muamalat yang ditujukan bagi nasabah korporasi untuk memonitor dan melakukan transaksi perbankan non-tunai secara real time.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono mengatakan, jumlah penguna MADINA naik 13% secara tahunan (yoy) menjadi lebih dari 13.700 pengguna di akhir 2025.
Baca Juga: Sejak 1976, BTN Telah Salurkan 6 Juta KPR dengan Nilai Rp 530 Triliun
Imam juga mencatat, di akhir tahun 2025, ada pertumbuhan frekuensi transaksi sebesar 12% (yoy) menjadi sebanyak dua juta transaksi. Adapun volume transaksi MADINA juga tercatat lebih dari Rp 48 triliun.
"Ini menjadi bukti suksesnya strategi kami yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai institusi serta implementasi sejumlah inisiatif yang relevas. Sehingga kepercayaan nasabah korporasi tetap terjaga," tulis Imam dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Bank Muamalat memastikan akan terus meningkatkan fitur dari layanan MADINA. Di tahun lalu misalnya, Bank Muamalat menghadirkan fitur transaksi valuta asing dengan kurs counter secara online lewat MADINA.
Imam menyebut, pertumbuhan layanan MADINA ini berkontribusi besar terhadap total dana murah atau current account saving account (CASA) Bank Muamalat.
Imam menyebut di tahun ini, Bank Muamalat akan semakin menggencarkan kolaborasi kemitraannya untuk meningkatkan basis pengguna MADINA.
"Kami akan terus menjajaki penetrasi pada sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, komunitas dan ekosistem muslim, serta lembaga keuangan syariah," tulis Imam.
Baca Juga: Hingga Maret 2026, BTN Mencatat Realisasi Kredit Program Perumahan Rp 2,17 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













