kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lebaran, BRI siapkan 303 titik penukaran uang


Jumat, 16 Juni 2017 / 16:23 WIB

Lebaran, BRI siapkan 303 titik penukaran uang

JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) aktif menyelenggarakan kegiatan layanan penukaran uang baru di daerah terpencil. Hal ini dilakukan untuk mendukung programm Bank Indonesia (BI) memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memerlukan pecahan uang kecil dan pecahan baru di wilayah terluar, terpencil dan terdepan guna menghadapi kebutuhan menyambut hari raya Idul Fitri 1438 H.

Senior Executive Vice President (SEVP) Jaringan dan Layanan BRI Agus Noorsanto menyebut, kegiatan penukaran uang baru oleh BRI di daerah remote akan diselenggarakan pada 16-17 Juni 2017 di 303 titik di seluruh Indonesia. Adapun launching acara diselenggarakan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Menjelang Lebaran, animo masyarakat untuk menukar uang baru sangat tinggi. Mengantisipasi hal tersebut, Bank BRI menyiapkan 303 titik penukaran uang baru yang tersebar di seluruh Indonesia, dimana 300 titik akan dilayani oleh Teras BRI Keliling dan 3 titik dilayani oleh Teras BRI Kapal yang beroperasi di Kepulauan Seribu, Halmahera Selatan dan Labuan Bajo,” ujar Agus Noorsanto saat ditemui di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (16/6).

Titik lokasi yang dipilih adalah pusat kegiatan masyarakat, seperti pasar, balai kota dan beberapa tempat lainnya. “Kami mengimbau dan mengajak masyarakat agar menukarkan uang di tempat resmi untuk menghindari peredaran uang palsu. Disamping itu, masyarakat juga mendapatkan keuntungan karena penukaran uang baru di Bank BRI tidak dipungut biaya sepeser pun,” tambahnya.

Momen penukaran uang baru menjelang Lebaran juga dimanfaatkan oleh Bank BRI untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, yakni dengan memberikan edukasi kepada nasabah mengenai keaslian uang rupiah dan ketentuan penggantian uang rusak. Untuk mengenali keaslian rupiah, masyarakat bisa melakukannya dengan tiga cara mudah, yakni 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang).

 


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


×