kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Lelang Properti, Pintu Masuk Pemain Baru di Pasar


Senin, 02 November 2026 / 16:57 WIB
Lelang Properti, Pintu Masuk Pemain Baru di Pasar
ILUSTRASI. BTN Gelar Lelang Akbar 10.000 Hunian (Dok/BTN)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang properti tak lagi menjadi arena eksklusif investor bermodal besar. Dengan harga aset mulai Rp200 juta hingga Rp500 juta, peluang meraup keuntungan dari jual beli properti kini semakin terbuka bagi kalangan kelas menengah, bahkan masyarakat menengah ke bawah.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit menilai, kombinasi harga aset yang relatif terjangkau, akses pembiayaan, serta kemudahan memperoleh informasi melalui platform digital telah membuka jalan bagi masyarakat untuk terjun ke bisnis properti. Skema ini memungkinkan pembeli mengakuisisi rumah lelang, melakukan renovasi, kemudian menjualnya kembali dengan potensi keuntungan.

Peluang tersebut semakin relevan di tengah sikap investor yang cenderung berhati-hati terhadap properti bernilai di atas Rp 1 miliar. Sebaliknya, aset lelang BTN di rentang harga yang lebih rendah justru menawarkan pintu masuk bagi calon pelaku usaha bermodal terbatas. Pilihannya pun beragam, mulai dari memburu rumah untuk direnovasi dan dijual kembali hingga membeli aset untuk ditempati sendiri.

Baca Juga: Strategi BTN Menjaga Laba Semester Kedua di Tengah Mahalnya Dana

Panangian melihat fenomena ini berpotensi melahirkan gelombang baru pelaku usaha properti dari kalangan masyarakat yang selama ini belum memiliki akses luas ke sektor tersebut. "Ini akan menciptakan property-preneur di kalangan menengah. Bahkan mungkin menengah ke bawah," ujar Panangian dalam diskusi mengenai lelang properti BTN, Jumat (30/11/2026).

Ia menggambarkan pola usaha tersebut seperti perdagangan mobil bekas: membeli aset, melakukan perbaikan, kemudian menjualnya kembali. Dalam konteks properti lelang, harga pembelian dan tersedianya pembiayaan menjadi faktor yang menarik minat pelaku usaha.

Perkembangan penjualan aset BTN memperkuat gambaran tersebut. Berdasarkan data perseroan, jumlah aset yang laku melalui lelang sejak Agustus 2026 telah melampaui total pencapaian sepanjang 2025. Memasuki triwulan keempat, sebanyak 6.000 agunan telah terdaftar lelang dari target pendaftaran 10.000 agunan sepanjang 2026.

BTN menargetkan rasio laku lelang nasional mencapai 35% pada akhir tahun, dari posisi saat ini di kisaran 21%. Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi salah satu wilayah andalan dalam mendukung penjualan aset BTN.

Baca Juga: BTN Perkuat Transformasi dan Perluas Sumber Pertumbuhan

Panangian menilai penyebaran informasi melalui platform digital turut membuka pasar lelang kepada lebih banyak calon pembeli. Masyarakat dapat mengetahui aset yang ditawarkan di kawasan yang mereka minati, kemudian melakukan survei sebelum mengikuti lelang. “Jadi orang sudah bisa melihat propertinya melalui digital platform,” katanya.

Untuk menjangkau calon pembeli, BTN memasarkan aset melalui Bale by BTN, web Bale Lelang, media sosial, serta portal properti Rumah123 dan Pinhome. Pemasaran tersebut didukung kerja sama dengan DJKN beserta jajaran KPKNL dan agen properti. BTN juga menyediakan fasilitas KPR Maju bagi pembeli yang membutuhkan pembiayaan.

Selain membuka peluang usaha, Panangian melihat aset lelang menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin membeli rumah di lingkungan yang sudah dikenal. Ia mencontohkan keluarga yang telah lama mengontrak di suatu kawasan dan ingin tetap tinggal di sana karena pertimbangan keluarga serta transportasi. “End-user pasti ada, terutama di lokasi-lokasi yang sudah matang,” tuturnya.

Karena itu, menurut Panangian, daya tarik lelang BTN tidak hanya terletak pada peluang menjual kembali properti. Bagi pembeli untuk dihuni sendiri, ketersediaan rumah di kawasan yang telah berkembang juga memberikan kesempatan memperoleh hunian tanpa harus berpindah jauh dari lingkungan sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×