kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.718   -73,00   -0,43%
  • IDX 8.321   -659,01   -7,34%
  • KOMPAS100 1.150   -89,31   -7,20%
  • LQ45 817   -59,35   -6,77%
  • ISSI 304   -26,91   -8,14%
  • IDX30 420   -24,08   -5,42%
  • IDXHIDIV20 495   -23,91   -4,60%
  • IDX80 127   -10,17   -7,39%
  • IDXV30 138   -6,33   -4,40%
  • IDXQ30 135   -7,39   -5,18%

LPS Dorong Lebih Banyak Penduduk Usia Produktif Punya Rekening


Rabu, 28 Januari 2026 / 11:13 WIB
LPS Dorong Lebih Banyak Penduduk Usia Produktif Punya Rekening
ILUSTRASI. LPS dan KSSK bergerak cepat perkuat sistem keuangan nasional.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan guna memperkuat pencegahan risiko sistem keuangan dalam jangka menengah.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, salah satu fokus kebijakan tersebut adalah meningkatkan kepemilikan rekening simpanan aktif di kalangan penduduk usia produktif, sekaligus memperbaiki kualitas penggunaan rekening agar tidak disalahgunakan.

“Saat ini jumlah penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening perbankan masih tercatat sekitar 15,3 juta jiwa. Angka ini ditargetkan turun menjadi 13 juta jiwa pada 2026,” ujar Anggito dalam siaran pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026, Selasa (28/1/2026).

Baca Juga: LPS Ungkap Tantangan BPR/BPRS: Tata Kelola hingga Profesionalitas

Namun, Anggito menegaskan bahwa kebijakan LPS bersama anggota KSSK lainnya, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan, tidak hanya berfokus pada penurunan jumlah unbanked. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menurunkan jumlah rekening tidak aktif dan rekening dengan saldo rendah.

Selain itu, LPS mendorong penguatan kepercayaan dan perlindungan nasabah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas rekening simpanan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan rekening sekaligus memperkuat stabilitas sistem perbankan.

“Penguatan literasi dan kualitas rekening simpanan juga bertujuan memperluas basis dana perbankan yang lebih stabil,” jelas Anggito.

Menurutnya, peningkatan kepemilikan rekening aktif yang disertai kualitas penggunaan yang baik akan mendukung ketahanan sistem perbankan nasional dan memperkuat stabilitas sistem keuangan ke depan.

Selanjutnya: LPS Ungkap Tantangan BPR/BPRS: Tata Kelola hingga Profesionalitas

Menarik Dibaca: Darurat Virus Nipah di India, Waspadai Gejala & Bahaya Kematian yang Mengintai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×