kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.012   49,00   0,27%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Mandiri bidik transaksi kartu kredit mencapai Rp 15,5 triliun


Selasa, 06 Desember 2011 / 12:48 WIB
ILUSTRASI. Gerai ini diluncurkan bekerja sama dengan PT Moove Motors Asia sebagai authorized dealer NIU


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Tingginya transaksi belanja dan liburan pada bulan Desember berpotensi menaikkan transaksi kartu kredit PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 20% dibandingkan bulan biasanya. Sampai November 2011 nilai transaksi kartu kredit Mandiri mencapai Rp 13 triliun.

"Akhir tahun ini kami optimistis bisa mencapai Rp 15,5 triliun," ujar Senior Vice President Consumer Cards Bank Mandiri Handayani, Selasa (6/12).

Ia menuturkan pada akhir tahun umumnya adalah masa puncak bagi konsumen untuk berbelanja dengan kartu kredit. Baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Apalagi ada momen libur Natal dan Tahun Baru.

Dengan berlakunya pengetatan kartu kredit, Handayani mengaku pembatasan jumlah pendapatan calon pemegang kartu bukanlah masalah. Pasalnya, ke depan Bank Mandiri akan lebih fokus menggarap segmen menengah ke atas. Yakni, untuk jenis kartu kredit gold dan platinum. Mandiri juga memiliki jenis kartu silver yang lebih diarahkan ke segmen menengah. Saat ini komposisi kartu silver, platinum dan gold masing-masing 50:40:10.

"Ke depan kami akan fokus dan agresif ke gold dan platinum. Pertumbuhan keduanya kami harapkan minimal 25%. Kalau untuk jenis silver tidak terlalu agresif," tutur Handayani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×