kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.019   45,00   0,27%
  • IDX 7.029   -107,79   -1,51%
  • KOMPAS100 970   -18,88   -1,91%
  • LQ45 715   -13,31   -1,83%
  • ISSI 245   -4,40   -1,76%
  • IDX30 388   -4,16   -1,06%
  • IDXHIDIV20 484   -2,56   -0,53%
  • IDX80 109   -2,28   -2,05%
  • IDXV30 132   0,18   0,14%
  • IDXQ30 126   -0,87   -0,69%

Analis: Aksi Buyback Bank Besar Dapat Mendongkrak EPS dan ROE


Senin, 16 Maret 2026 / 13:08 WIB
Analis: Aksi Buyback Bank Besar Dapat Mendongkrak EPS dan ROE
ILUSTRASI. BBCA dan BBNI resmi buyback saham senilai triliunan rupiah. Analis sebut aksi ini dongkrak EPS dan ROE bank


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTAPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) baru saja mengumumkan akan melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang masing-masing digelar pekan lalu.

Dalam aksi korporasi ini, BBCA akan melakukan buyback senilai Rp 5 triliun, sedangkan BBNI akan melakukan buyback senilai Rp 905 miliar.

Head of Research at Korea Investmen and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi menilai aksi buyback ini secara otomatis akan mendongkrak rasio earning per share (EPS) dan return on equity (ROE) kedua perusahaan bank tersebut.

Baca Juga: Saham BNI Meroket Sendirian, Big Banks Lain Merana Merah di Sesi Pertama Hari Ini

"Dampak jangka panjangnya dari buyback akan mengurangi jumlah saham beredar, yang secara otomatis mendongkrak EPS dan ROE," kata Wafi saat dihubungi, Jumat (13/3/2026).

Dengan demikian, Wafi menilai aksi buyback ini akan mendorong fundamental perusahaan agar semakin solid lagi ke depannya. Investor pun akan lebih diuntungkan dengan adanya imbal hasil yang lebih besar lagi ke depannya.

Selain itu, Wafi juga menyebut aksi buyback ini akan mendorong terjadinya kenaikan harga saham BBCA dan BBNI di pasar.

"Dampaknya positif bagi investor. Menciptakan price support di tengah aksi jual asing dan meningkatkan nilai proporsional kepemilikan saham investor eksisting," ujarnya.

Selain BBCA dan BBNI, big banks lainnya yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga sudah mulai melakukan buyback sejak akhir tahun lalu. 

Untuk diketahui, saham big banks terus tertekan sejak beberapa pekan lalu. Penurunan harga saham sebelumnya dipicu oleh lonjakan net sell asing yang terdorong oleh ketidakpastian geopolitik global, outlook negatif dari Fitch Ratings, serta depresiasi rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×