Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, kinerja premi asuransi jiwa dari produk unitlink kembali terkontraksi. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan pendapatan premi asuransi jiwa dari produk unitlink mencapai Rp 68,24 triliun pada 2025.
"Nilainya mengalami kontraksi 8,2%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya," katanya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/3).
Jika ditelaah, data AAJI mencatat premi unitlink pada 2024 mencapai Rp 74,31 triliun. Nilainya terkontraksi 12,3%, jika dibandingkan pencapaian pada 2023.
Baca Juga: BNI (BBNI) Akan Buyback Rp 905 Miliar, Perkuat Fundamental dan Stabilkan Harga Saham
Adapun produk unitlink memberikan kontribusi premi sebesar 37,65% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 181,27 triliun pada 2025.
Kondisi berbeda terjadi pada kinerja premi industri dari produk tradisional. AAJI mencatat, pendapatan premi asuransi jiwa dari produk tradisional mencapai Rp 113,03 triliun pada 2025. Nilainya tumbuh 2,4%, jika dibandingkan pencapaian pada 2024.
Kondisi yang sama juga terjadi pada 2024, yang mana premi dari produk tradisional tumbuh 18,7%, menjadi Rp 110,37 triliun.
Adapun produk tradisional memberikan kontribusi sebesar 62,35% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada 2025.
Sementara itu, Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat sempat menyampaikan kinerja unitlink masih berpeluang tumbuh positif ke depannya. Dia mengatakan hal itu dipicu adanya penguatan regulasi, peningkatan transparansi, dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi jiwa jangka panjang.
"Regulasi yang menekankan perlindungan pemegang polis dan kesesuaian produk dengan profil risiko diharapkan dapat memperkuat kepercayaan nasabah terhadap unitlink," ungkapnya kepada Kontan.
Emira menyebut peningkatan literasi keuangan juga mendorong masyarakat untuk memahami secara lebih utuh karakter produk unitlink, termasuk manfaat proteksi dan risiko investasi yang menyertai. Dalam konteks tersebut, dia bilang unitlink tetap memiliki relevansi bagi nasabah dengan tujuan perencanaan keuangan dan pengelolaan aset jangka panjang.
Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Catat Rasio Penarikan Kendaraan Sekitar 2% pada 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













