kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Melambat Tahun Lalu, Perlu Gotong Royong Kebut Penyaluran Kredit UMKM di 2025


Jumat, 31 Januari 2025 / 19:43 WIB
Melambat Tahun Lalu, Perlu Gotong Royong Kebut Penyaluran Kredit UMKM di 2025
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pembuatan keset di Desa Gempol Sari, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (30/1/2025). Lambatnya laju pertumbuhan kredit ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kian menjadi sorotan.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

Secara umum, ia menyebutkan Bank Oke masih mempertimbangkan risiko yang tinggi dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor ini. Ia mengusulkan ada kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan UMKM untuk meningkatkan literasi keuangan, memperbaiki sistem pencatatan keuangan.

“Diperlukan juga kebijakan yang lebih mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah di tengah tantangan ekonomi global,” ujar Efdinal.

Ia menyebutkan pada tahun 2024, penyaluran kredit ke sektor UMKM mengalami kenaikan sebesar lebih kurang 5% apabila dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana, realisasi kreditnya hanya sekitar Rp 1 triliun.

Baca Juga: Antisipasi Utang Macet Sritex, BNI Alokasikan Biaya Provisi

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sunarso menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit. Sebab, ia melihat dibutuhkan pendampingan dan edukasi agar UMKM ini terbiasa pula untuk menabung.

Ia pun juga bilang di BRI, pemberdayaan UMKM tak sekedar memberikan kredit. Contohnya, BRI telah menutup ribuan cabang dan menggantinya dengan penerapan prinsip-prinsip sharing ekonomi melalui kerja sama dengan warung-warung kelontong atau agen BRILink. 

"BRI fokus kepada bisnis UMKM dan secara konsisten menumbuhkembangkan dan memberdayakan UMKM,” ujarnya, kemarin (30/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×