kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mengintip siasat bank BUMN untuk berburu dana murah di tahun ini


Minggu, 09 Februari 2020 / 19:28 WIB
Mengintip siasat bank BUMN untuk berburu dana murah di tahun ini
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi melalui ATM slah satu bank pemerintah di Jakarta, Kamis (4/7). Bank pelat merah berkomitmen untuk terus mendorong penghimpunan dana murah dari masyarakat tahun ini./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/04/07/2019.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank pelat merah berkomitmen untuk terus mendorong penghimpunan dana murah dari masyarakat tahun ini. Hal itu ditujukan untuk menekan biaya dana. Sejumlah siasat pun sudah disiapkan bank untuk lebih leluasa dalam menjaring dana murah tersebut.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya menargetkan rasio dana murah atau Current Account Savings Accounts (CASA) bisa meningkat menjadi di tas 61% tahun 2020 ini. Tahun lalu, rasio CASA bank ini ada sedikit penurunan jadi 59,1% dari 61,8% pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga CPO diprediksi naik, bank dorong penyaluran kredit komoditas

Penurunan rasio CASA perseroan tahun lalu itu akibat melambatnya giro 4,9%, khususnya dari segmen korporasi. Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan dana tabungan dan giro tahun ini.

Caranya, BRI akan agresif melakukan akuisisi dana dan meningkatkan transaksi nasabah. Bank ini akan mendorong transaksi melalui optimalisasi agen BRILink, peningkatan transaksi e-channel dan mobile dan internet banking (BRIMO), serta mengembangkan dan memaksimalkan transaksi melalui platform pembayaran untuk nasabah wholesale (BRISmart, BRIMola).

Jumlah rekening tabungan dan giro BRI saat ini sudah mencapai 80 juta rekening. Tahun 2020, BRI menargetkan peningkatan saldo melalui transaksi tumbuh moderat di level 5%. Sedangkan biaya dana tahun ini akan dijaga sedikit membaik ke level sekitar 3,4%.

Adapun Bank Mandiri akan menjaga CASA sekitar Rp 585 triliun tahun 2020 atau tumbuh sekitar 6%-8% dari tahun sebelumnya. Adapun CASA bank ini tahun 2019 mencapai Rp 552 triliun dengan rasio 70,6% atau naik tipis dari rasio CASA tahun sebelumnya 70,3%.

Baca Juga: Dukung penggunaan QRIS, BRI gencar masuk Ke sektor UMKM dan transportasi

Untuk mendorong pertumbuhan Giro, Direktur Konsumer dan Transaksi Ritel mengatakan, pihaknya akan fokus meningkatkan solusi transaksi melalui optimalisasi cash management, perdagangan, sector solution, value chain, dan program penunjang seperti pemberian bebas biaya transaksi dan rate khusus untuk akuisisi fresh fund.

Sedangkan untuk mendorong tabungan, Bank Mandiri akan melakukan optimalisasi nasabah payroll, pebisnis, dan mikro seperti lewat program gratis transaksi tabungan bisnis, optimalisasi produk holding melalui customer limit, dan program loyalty transaksi nasabah agen.




TERBARU

Close [X]
×