kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Menjelang akhir tahun, rasio BOPO bank meningkat


Minggu, 03 November 2019 / 22:19 WIB
Menjelang akhir tahun, rasio BOPO bank meningkat
ILUSTRASI. Kantor cabang utama Bank Mayapada, di Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta (2/11/2016).

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Hingga kuartal III-2019, sejumlah bank mencatatkan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang meningkat. Meski demikian, sejumlah bankir yang dihubungi KONTAN mengaku peningkatan tersebut tak signifikan.

“Rasio BOPO kami per kuartalan masih relatif stabil, proyeksinya hingga akhir tahun juga tidak akan jauh dari angka kuartal III-2019,” katanya kepada KONTAN, MInggu (03/11).

Baca Juga: Tumbuh 121%, Bank Permata catat laba bersih Rp 1,1 triliun di kuartal III-2019

Per September 2019, rasio BOPO Bank Mayapada tercatat mencapai 89,19%, meningkat dibandingkan periode serupa pada tahun lalu sebesar 87,10%.

Peningkatan ini pula yang bikin laba operasional perseroan ikut menurun 4,61% (yoy) dari Rp 761,59 miliar pada kuartal III-2018 menjadi Rp 729,38 miliar pada kuartal III-2019.

Pun, laba bersih perseroan ikut tertekan dengan penurunan 5,87% (yoy), dari Rp 757,06 miliar pada kuartal III-2018 menjadi Rp 712,55 miliar pada kuartal III-2019.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mengalami hal serupa. Hingga kuartal III-2019 rasio BOPO bank berlogo angka 46 ini mencapai 71,76%. Meningkat tipis dibandingkan periode sebelumnya sebesar70,30%.

Baca Juga: Jeff Bezos akan membayar pajak Rp 91 triliun per tahun bila Warren jadi Presiden AS

“Rasio BOPO Kami masih di bawah rata-rata industri, dan juga di bawah target kami sebesar 73%. Hingga akhir tahun juga kami bakal mempertahankan rasio tersebut,” kata Wakil Direktur BNI Herry Sidharta.

Sementara secara individual, perseroan juga masih mencatat pertumbuhan laba operasional 6,52% (yoy) dari Rp 13,38 triliun pada kuartal III-2018 menjadi Rp 14,09 triliun pada kuartal III-2019.

Sayangnya pertumbuhan laba bersih perseroan mengecil jauh, ini diakibatkan meningkatnya pajak yang ditanggung perseroan, serta kerugian non operasional.

Perseroan pada September 2019 meraih laba bersih senilai Rp 11,28 triliun, tumbuh cuma 1,78% (yoy) dibandingkan periode sebelumnya senilai Rp 11,08 triliun.

Baca Juga: Laba bersih BNI Syariah tumbuh 50,6% di kuartal III 2019

 




TERBARU

Close [X]
×