kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Meski BOPO melandai, APPI mengingatkan multifinance lebih efisien dalam berbisnis


Senin, 19 Agustus 2019 / 19:54 WIB
ILUSTRASI. Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno


Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) multifinance menyusut di semester I 2019. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, rasio BOPO multifinance pada semester I 2019 sebesar 79,41%, turun dari periode sama tahun 2018 yang mencapai 80,37%.

Walau sudah turun, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menilai, pelaku usaha pembiayaan di Indonesia harus meningkatkan efektifitas dalam menjalankan bisnisnya. Maklum, tantangan industri ini masih cukup besar pada tahun 2019.

Baca Juga: BCA Finance targetkan BOPO di angka 34,8%, ini strateginya

"Pertumbuhan piutang menjadi tantangan karena penjualan roda empat dan roda dua turun, meskipun kualitas asset booking membaik,” ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno
kepada Kontan.co.id.

Menurut Suwandi, peningkatan beban sebenarnya terbilang wajar sejalan dengan potensi peningkatan bisnis yang diincar. Asalkan peningkatan beban tersebut bisa membuahkan pendapatan yang lebih besar.

"Wajar karena beban paling besar adalah biaya operasional antara lain gaji karyawan yang setiap tahun ada adjustment," katanya.

Asal tahu saja, BOPO menjadi indikator mengenai efisiensi perusahaan pembiayaan dalam menjalankan usahanya.

Baca Juga: Semester I 2019, BOPO Mandiri Tunas Finance naik menjadi 72,15%

Rasio BOPO multifinance yang melandai seiring makin membaiknya pendapatan yang dikantongi pelaku usaha multifinance. Di sisi lain, perusahaan pembiayaan pun terus mencoba menekan kenaikan beban yang harus ditanggung.

Suwandi mengatakan, cara yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan adalah dengan pencarian sumber dana yang paling kompetitif. Selain itu juga lewat penggunaan teknologi.

“Biaya operasional dijaga dan kualitas piutang yang sehat,' jelas Suwandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×