kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Modal Ventura incar dana repatriasi


Minggu, 07 Agustus 2016 / 21:21 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Selain mengemban misi mulia membidani bayi-bayi start up, perusahaan modal juga berharap dapat menampung dana repatriasi pengampunan pajak atau tax amnesty. Tujuannya, dana tersebut kembali diguyur kepada cikal-bakal start up.

Presiden Direktur PT Astra Mitra Ventura, Jefri Rudyanto Sirait mengatakan, kebutuhan pendanaan untuk start up sekitar Rp 10 triliun per tahun. Apabila dana repatriasi dapat dikelola oleh perusahaan modal ventura maka efeknya sangat positif bagi pembiayaan usaha produktif. Dengan begitu, Indonesia akan menciptakan market start up yang berkembang dan ditransaksikan di dalam negeri.

"Nantinya pendanaan kepada start up bentuknya bisa berupa equity participation. Kami berharap dapat menjadi prioritas dalam mengelola dana repatriasi ini," ucap Jefri.

Selain menabur investasi pada start up, sambung Jefri, perusahaan modal ventura juga memberikan pendampingan pada start up untuk tumbuh dan membangun loyalitas. Menurutnya, setiap perusahaan modal ventura akan berinvestasi pada start up yang dinilai memiliki kualifikasi yang bisa dikembangkan. Alasan ini pulalah yang menjadikan Astra Ventura hanya fokus pada sektor start up manufaktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×