kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Penyaluran Pembiayaan BCA Syariah Tumbuh 23,1% Capai Rp 13,2 Triliun pada 2025


Minggu, 08 Februari 2026 / 13:11 WIB
Penyaluran Pembiayaan BCA Syariah Tumbuh 23,1% Capai Rp 13,2 Triliun pada 2025
ILUSTRASI. Pembiayaan emas BCA Syariah melonjak drastis hingga 238% pada 2025


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BCA Syariah terus memperkuat perannya sebagai lembaga intermediasi dengan menyeimbangkan penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran pembiayaan berbasis prinsip syariah. Pada 2025, pembiayaan perseroan tercatat tumbuh sekitar 23,1% secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai Rp 13,2 triliun.

Sementara dana pihak ketiga naik 17,1% mencapai Rp 15,4 triliun.  Sejalan dengan itu, aset BCA Syariah juga meningkat sekitar 15,4% menjadi sekitar Rp19,2 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan minat masyarakat terhadap layanan perbankan syariah yang terus meningkat.

VP Retail & consumr Business BCA Syariah Arief Mediadianto menjelaskan, sebagai bank syariah yang berada dalam ekosistem BCA, perseroan menyediakan beragam produk penghimpunan dana seperti tabungan, giro, dan deposito. Dana tersebut kemudian disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan produktif maupun konsumtif sesuai prinsip syariah.

“Kami memastikan seluruh proses pembiayaan dijalankan secara prudent, sesuai prinsip kehati-hatian dan regulasi yang berlaku, sehingga dana masyarakat tetap aman dan tersalurkan kepada pihak yang tepat,” ujarnya saat Talkshow di Mini Studio BCA Expoversary ICE BSD Tangerang, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga: OJK: Premi Asuransi Berpeluang Tumbuh Lebih Tinggi dari Aset pada 2026

Dari sisi pembiayaan produktif, BCA Syariah membagi segmen menjadi komersial dan usaha kecil menengah (SME). Segmen komersial tumbuh 20,3% mencapai Rp 10,1 triliun, sedangkan SME tumbuh 9,7% mencapai Rp 946 miliar. Kedua segmen memiliki pendekatan analisis dan kebutuhan dokumen yang berbeda.

Adapun sektor manufaktur dan perdagangan saat ini menjadi kontributor terbesar pembiayaan SME BCA Syariah. Hal ini sejalan dengan struktur pelaku UMKM nasional yang mayoritas bergerak di dua sektor tersebut.

Menurut Arief, untuk memperoleh pembiayaan, pelaku usaha perlu memenuhi sejumlah persyaratan seperti legalitas usaha, laporan keuangan, mutasi rekening, serta jaminan. Hal ini penting untuk memastikan kelayakan usaha sekaligus menjaga kualitas pembiayaan bank.

Selain pembiayaan usaha, BCA Syariah juga mencatat peningkatan signifikan pada pembiayaan emas seiring tren kenaikan harga emas sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan pembiayaan emas 238,1% yoy dengan nilai mencapai sekitar Rp 520 miliar per Desember 2025.

Untuk memperluas akses, BCA Syariah kini menyediakan pengajuan pembiayaan emas melalui mobile banking serta memperluas kerja sama dengan berbagai penyedia emas seperti Antam, Pegadaian Galeri 24, hingga mitra lainnya.

Ke depan, BCA Syariah optimistis pertumbuhan bisnis tetap terjaga, ditopang meningkatnya literasi keuangan syariah, kebutuhan pembiayaan UMKM, serta sinergi dengan ekosistem BCA yang semakin luas.

Selanjutnya: Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji, RI Akan Punya Kampung Haji di Makkah

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×