Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri otomotif diwarnai kemunculan berbagai merek mobil baru, termasuk pabrikan dari China, belakangan ini. Bahkan, harga mobil baru tersebut dibanderol lebih rendah sehingga membuat persaingan pasar menjadi lebih kompetitif.
Mengenai hal itu, PT Mandiri Utama Finance (MUF) menilai ketatnya persaingan pasar otomotif dengan harga mobil yang makin terjangkau justru memberikan dampak positif bagi industri pembiayaan.
Head of Corporate Secretary & Legal MUF Elisabeth Lidya Sirait mengatakan hal itu mampu memperluas akses kepemilikan kendaraan bagi masyarakat. Meskipun demikian, dia tak memungkiri nilai pembiayaan kendaraan per unit akan relatif lebih kecil.
"Namun, peningkatan volume transaksi tetap menjaga pertumbuhan pembiayaan kendaraan MUF, di tengah daya beli masyarakat yang mulai membaik," katanya kepada Kontan, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Asosiasi DPLK: Kenaikan Alokasi Saham Dana Pensiun Perlu Diiringi Literasi Peserta
Ke depannya, Elisabeth memproyeksikan kondisi tersebut kemungkinan masih akan mewarnai pasar otomotif. Namun, MUF melihat prospeknya tetap positif terhadap pembiayaan kendaraan.
Dia bilang kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjadi faktor utama penopang pembiayaan kendaraan. Dengan dukungan kebijakan yang kondusif dan inovasi dari pelaku industri, pembiayaan kendaraan dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sehat sepanjang 2026.
Terkait kinerja, Elisabeth menerangkan penyaluran pembiayaan kendaraan MUF mengalami pertumbuhan sebesar 11,6% secara Year on Year (YoY) pada 2025.
"Hal itu tentu menjadi modal kuat perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan di tahun berjalan," ujar Elisabeth.
Baca Juga: BTN Sesuaikan Bunga Simpanan, Targetkan Tekan CoF 70 Bps
Selanjutnya: Kementerian Transmigrasi Terbitkan 13.000 SHM Transmigran di 2025
Menarik Dibaca: NotebookLM Android: Buat Video dan Infografis Cuma dengan AI Google
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













