kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.800   19,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,32   0,13%
  • KOMPAS100 1.231   4,57   0,37%
  • LQ45 867   2,35   0,27%
  • ISSI 324   1,14   0,35%
  • IDX30 443   0,54   0,12%
  • IDXHIDIV20 517   1,26   0,24%
  • IDX80 137   0,42   0,31%
  • IDXV30 144   1,01   0,70%
  • IDXQ30 142   0,41   0,29%

Bank Jakarta Targetkan IPO di Awal Tahun 2027


Senin, 05 Januari 2026 / 18:08 WIB
Diperbarui Selasa, 06 Januari 2026 / 14:26 WIB
Bank Jakarta Targetkan IPO di Awal Tahun 2027
ILUSTRASI. Bank Jakarta berencana Initial Public Offering (IPO) pada awal 2027 dengan target dana hingga Rp 3 triliun


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Jakarta menyiapkan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui initial public offering (IPO) alias penawaran umum saham perdana pada awal 2027 mendatang. 

Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menjelaskan, saat ini persiapan yang dilakukan pihaknya mencakup upaya perbaikan fundamental serta koordinasi dengan sejumlah konsultan. 

“Kami sedang persiapan, mudah-mudahan di awal 2027. Fundamental kami perbaiki semua, kemudian kami juga sudah proses menunjuk konsultan-konsultan untuk persiapan IPO itu,” jelas Agus saat ditemui di Jakarta, Senin (5/1/2026). 

Baca Juga: Dorong Bisnis Bulion, BSI Andalkan Superapps BYOND

Saat ini, Bank Jakarta juga sedang berkoordinasi secara intensif dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi mempecepat proses IPO. Lebih lanjut Agus bilang, Bank Jakarta membidik dana segar hingga Rp 3 triliun melalui aksi IPO tersebut. 

Pada April 2025 lalu, Agus sempat bilang pihaknya menargetkan dana yang dihimpun bisa mencapai Rp 3,5 triliun hingga Rp 4 triliun dan bakal diselenggarakan pada 2025. Namun ternyata rencana tersebut belum juga terealisasi hingga 2025 berakhir. 

Pun, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna sebelumnya telah memastikan Bank Jakarta tak termasuk dalam daftar perusahaan yang bakal IPO pada awal 2026. 

Kendati begitu, pihaknya terbuka terhadap setiap bank yang berencana menambahkan aset untuk memenuhi persyaratan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) II, menyusul rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus KBMI I. 

Terkait itu, Nyoman mengaku pihaknya telah rutin melakukan diskusi dan sosialisasi dengan bank pembangunan rakyat (BPR). 

“Kami membuka diri untuk berbagai sektor. Terkait dengan perbankan, tidak ada nama tersebut (Bank Jakarta) dalam pipeline kami,” ungkat Nyoman, Selasa (30/12/2025). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×