Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengandalkan kanal digital untuk mendorong pengembangan bisnis bullion atau bank emas. Salah satu tumpuannya adalah superapps BYOND by BSI yang hingga November 2025 telah digunakan sekitar 5,7 juta nasabah secara year to date. Basis pengguna aplikasi ini didominasi kelompok usia 20–40 tahun atau generasi milenial dan gen Z.
BYOND tidak hanya difungsikan sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi juga sebagai wadah layanan keuangan syariah yang terintegrasi. Melalui platform ini, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan, investasi, hingga aktivitas sosial dalam satu sistem, termasuk pengelolaan emas.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, ayanan digital menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan. “Menurutnya, pengembangan BYOND diarahkan untuk memperluas akses nasabah sekaligus meningkatkan daya saing BSI di tengah pergeseran perilaku transaksi ke kanal digital,” katanya dalam siaran pers, Senin (5/1).
Baca Juga: BSI Optimistis Ekonomi RI Tangguh pada Kuartal I-2026
Dalam konteks bisnis emas, BYOND menjadi kanal utama yang terus diperkuat. Hingga November 2025, saldo emas BSI tercatat mencapai sekitar 1,6 ton, tumbuh 261,37% secara year to date. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi emas yang dilakukan melalui aplikasi tersebut.
Saat ini, fitur bank emas di BYOND mencakup layanan pembelian dan penjualan emas, transfer emas, pencetakan emas fisik, cicilan emas, hingga gadai emas. Ke depan, BSI berencana menambah fitur lain, termasuk skema menabung emas secara berkala untuk memudahkan pengelolaan aset nasabah.
BSI menilai, bisnis emas masih memiliki ruang tumbuh yang luas. Layanan bullion yang diluncurkan pada Februari 2025 masih dalam tahap pengenalan ke masyarakat. Di sisi lain, tingkat kepemilikan emas di Indonesia dinilai relatif rendah, padahal emas kerap digunakan sebagai instrumen lindung nilai. Dalam jangka panjang, investasi emas juga kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti biaya haji, pendidikan, maupun tujuan keuangan lainnya.
Baca Juga: BSI Tunjukkan Ketahanan Bisnis, Kinerja Keuangan Tetap Solid di 2025
Selanjutnya: Ditjen Pajak Catat 20.289 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax
Menarik Dibaca: 7 Efek Samping Botox yang Penting Diketahui Sebelum Melakukannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













