kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Mungkinkah ada bank di Indonesia bisa beroperasi digital secara penuh?


Selasa, 10 Juli 2018 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi Jenius dari BTPN


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di luar negeri, ada beberapa bank yang mengoperasikan layanan digital banking secara penuh. Dengan begitu, bank tidak perlu lagi memerlukan kantor cabang tradisional dalam menjalankan prosesnya.

Saat ini, bank di Indonesia menurut PwC Indonesia belum menerapkan digital banking secara penuh.

"Karena, misalnya ketika nasabah ingin membuka tabungan masih memerlukan tanda tangan basah yang harus memakai perantara agen atau kantor cabang tradisional," kata Chairil ketika ditemui setelah acara paparan riset PwC mengenai digital banking, Selasa (10/7).

Dalam acara PwC Indonesia, Peterjan Van Nieuwenhuizen Head of Digital Banking Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mengatakan ke depan, bank akan menuju ke sepenuhnya digital. Selain BTPN, BCA juga menargetkan kedepan akan semakin mendekati layanan digital bankng secara penuh.

Selain menunggu kesiapan nasabah, bank juga menunggu regulator untuk mengeluakan regulasi terkait tanda tangan digital dan pembukaan tabungan secara digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×