kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Simpanan Jumbo Melesat, Bisnis Wealth Management Bank Merekah


Selasa, 10 Februari 2026 / 15:48 WIB
Simpanan Jumbo Melesat, Bisnis Wealth Management Bank Merekah
ILUSTRASI. Nasabah BCA bertransaksi menggunakan aplikasi Wealth Management WELMA (Dok/BCA)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana jumbo yang terpantau kian masif mengalir di industri perbankan sebagai simpanan nampaknya menjadi katalis positif bagi bisnis wealth management bank. 

Merujuk data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terjadi peningkatan signifikan pada simpanan bernilai besar. Secara keseluruhan, jumlah simpanan perbankan tumbuh 13,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 10.088 triliun. Dari jumlah itu, porsi simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh paling tinggi hingga 22,8% yoy menjadi Rp 5.787 triliun. 

Menyusul pertumbuhan tertinggi kedua terjadi pada simpanan Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar yang naik 5,1% yoy menjadi Rp 555,7 triliun. Sementara simpanan Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar tumbuh 2,9% yoy menjadi Rp 734,2 triliun. 

Pertumbuhan positif itu tercermin pula pada kinerja bisnis wealth management perbankan. Misal PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Hingga akhir tahun lalu, Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon, Ivan Jaya bilang nilai total asset under management (AUM) bank tumbuh kisaran 25% secara tahunan. 

Baca Juga: Wealth Management BCA Tumbuh 20%, Didorong Inovasi Digital dan Tren Investasi

Ivan tak membeberkan nominalnya secara rinci, yang pasti pertumbuhan positif itu ditopang oleh produk reksadana yang tumbuh hampir dua kali lipat, khususnya reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi. 

Menurutnya, itu berkaitan erat dengan tren penurunan suku bunga acuan. Ia menjelaskan penurunan suku bunga pada gilirannya mengerek turun bunga produk investasi sejenis macam deposito. Belum lagi, semenjak ada guyuran likuiditas dari pemerintah, bank-bank lebih leluasa menurunkan margin beban bunga. 

“Jadi nasabah-nasabah mencoba mencari instrumen yang bisa lebih tinggi (tawaran bunganya),” ujar Ivan saat ditemui Kontan, Kamis (5/2/2026). Dalam situasi itu, Ivan bilang reksadana pendapatan tetap menjadi pilihan. 

Tahun ini, Ivan bilang pihaknya memproyeksi pertumbuhan total AUM tetap di kisaran 20%. Ini, kata Ivan, juga menjadi strategi bank di tengah tekanan pendapatan bunga. “Kami akan coba mengompensasi kompresi interest income dari fee based income,” tuturnya. 

Setali tiga uang, bisnis wealth management Bank Central Asia (BCA) juga mengalami pertumbuhan positif. SVP Wealth Management BCA Dessy Nathalia mengungkapkan, hingga akhir tahun total AUM wealth management bank tumbuh lebih dari 15% yoy. 

Baca Juga: Jumlah Nasabah Wealth Management BTN Tumbuh Dobel Digit Didominasi Segmen Korporasi

Dessy bilang salah satu penopang utama kinerja bisnis ini adalah produk obligasi ritel yang proporsinya mencapai Rp 40 triliun pada 2025. Menurutnya, capaian ini mencerminkan minat nasabah terhadap instrumen investasi berpendapatan tetap yang kian meningkat. 

Pun seiring itu, Dessy mengaku peran bisnis wealth management sebagai penyumbang pendapatan semakin kuat. “Kalau melihat dampaknya secara keseluruhan, tentu ini memberikan kontribusi yang positif,” katanya. 

Melengkapi, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang produk reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang mencetak pertumbuhan tertinggi dalam bisnis wealth management bank. 

Pada dasarnya, kata Hera, BCA senantiasa mengutamakan kebutuhan nasabah dengan menawarkan berbagai produk sebagai opsi investasi. Layanan investasi pun dapat diakses secara online melalui fitur Investasi pada aplikasi myBCA maupun offline pada lebih dari 190 kantor Cabang BCA yang melayani transaksi investasi.

“Kami optimis ke depannya bisnis Wealth Management akan tumbuh secara positif.  BCA akan terus meningkatkan layanan Wealth Management dan berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis BCA,” ujar Hera. 

Baca Juga: BRI Dorong Pertumbuhan Pendapatan Nonbunga Lewat Layanan Wealth Management

Selanjutnya: Belum Penuhi Aturan, Garuda Metalindo (BOLT) Batal Bagi Dividen Interim

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Minyak Goreng Hemat 10-11 Februari 2026, Mulai Rp 29.000-an

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×