Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim pancaroba diperkirakan akan mendorong kenaikan klaim asuransi kesehatan seiring meningkatnya kasus penyakit tropis akibat perubahan cuaca ekstrem.
Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, perubahan cuaca pada musim pancaroba berpotensi memicu lonjakan sejumlah penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan tifoid.
Menurutnya, lonjakan kasus penyakit ini secara langsung berkontribusi pada naiknya angka klaim rawat inap dan rawat jalan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Akui Rasio Klaim JKN Tembus di Atas 100% pada 2025
"Ya, musim pancaroba sangat berpotensi meningkatkan klaim kesehatan karena perubahan cuaca ekstrem memicu lonjakan penyakit tropis," jelasnya kepada Kontan, Kamis (2/7/2026).
Sejalan dengan itu, ia memandang asuransi kesehatan untuk penyakit tropis memiliki peluang pertumbuhan pasar yang besar.
Namun, perusahaan asuransi juga dinilai perlu menjalankan strategi tersendiri untuk menyasar segmen ini, apalagi untuk konsumen dari kelas bawah.
Salah satunya adalah dengan menyesuaikan produk asuransi mikro dengan penawaran premi yang terjangkau, proses klaim sederhana, dan jalur distribusi yang mudah diakses.
Selain itu, peluang pertumbuhan juga didapat dari digitalisasi produk dan kolaborasi dengan ekosistem kesehatan.
Dengan strategi tersebut serta dikelola dengan baik, segmen ini menawarkan petensi yang besar melalui volume kepesertaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














