kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Musim RUPST, Cermati Potensi Dividen Perbankan untuk Tahun Buku 2025


Kamis, 12 Maret 2026 / 18:52 WIB
Diperbarui Kamis, 12 Maret 2026 / 18:54 WIB
Musim RUPST, Cermati Potensi Dividen Perbankan untuk Tahun Buku 2025
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki). BBNI membagikan dividen lebih kecil, namun BBCA cetak rekor tertinggi. Simak proyeksi dividen BBRI, BMRI, BTN, dan Permata yang berpotensi menarik


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

Untuk tahun buku 2024, level DPR BTN ada di level 25%. Nah, tahun ini perseroan berupaya memperkuat rasio return of earning (ROE) salah satunya melalui peningkatan DPR. 

“Kami mau jaga agar ROE bisa di atas 12%, kalau bisa sampai 14%. Mungkin dari sisi kapitalnya, kami akan kasih DPR sedikit lebih banyak, jadi antara 25%–30%,” ungkap Nixon. 

Pada tahun buku 2025, laba bersih BTN mencapai Rp 3,5 triliun, tumbuh 16,4% secara tahunan. Dengan asumsi DPR di kisaran 25%–30%, maka total dividen yang mungkin dibagikan bank mencapai Rp 875 miliar hingga Rp 1,05 triliun. 

Sementara PT Bank Permata Tbk (BNLI) telah dipastikan menggelar RUPST pada 7 April 2026 mendatang, dengan salah satu mata acaranya adalah penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025. 

Baca Juga: Musim Dividen Bank Dimulai, Ini Rencana Pembagian Dividen Big Banks

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah BNLI Rudy Basyir Ahmad memastikan pihaknya bakal menjaga DPR complient dan stabil seperti tahun-tahun sebelumnya.

Asal tahu saja, untuk tahun buku 2024 BNLI membagikan dividen senilai Rp 1,08 triliun atau Rp 30 per saham, setara dengan DPR 30,26%. 

Pada tahun buku 2025, pertumbuhan laba bersih BNLI cenderung landai 0,59% secara tahunan menjadi Rp 3,59 triliun. Dengan asumsi DPR di kisaran 30%, maka potensi total dividen yang dibagikan bank stabil di kisaran Rp 1,08 triliun. 

Menurut Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi, meski sejumlah bank yang mencatatkan penurunan laba berpotensi membagikan dividen dengan jumlah lebih kecil seperti BBNI, konsistensi mempertahankan payout ratio yang tinggi tetap menjadi daya tarik. 

“Itu menunjukkan struktur modal yang solid dan komitmen kuat terhadap pemegang saham, meskipun nominal dividen menyesuaikan fluktuasi laba,” jelas Wafi. 

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Akan Bagikan Dividen Tahun Buku 2025, Segini Besarannya

Dus, itu bakal menjadi katalis untuk akumulasi jangka pendek (dividend play). Ia melihat konsistensi dividen ini menjadi daya tarik besar bagi investor ritel yang mencari kepastian yield di tengah volatilitas pasar. 

Kendati begitu, ia menekankan prospek kinerja masing-masing emiten tetap memainkan peran penting untuk daya tarik jangka panjang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×