kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Naiknya komoditas dorong disbursment kredit


Selasa, 27 Desember 2016 / 10:16 WIB
Naiknya komoditas dorong disbursment kredit


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bankir mengatakan ada beberapa sektor yang mendorong disbursment kredit pada akhir tahun ini. Salah satunya adalah perbaikan harga di sektor komoditas.

Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury mengatakan perbaikan harga komoditas dan pertumbuhan KPR menjadi mendorong utama pertumbuhan kredit Mandiri pada tahun ini.

“Kami masih menargetkan pertumbuhan kredit pada akhir 2016 ini sebesar 10% sampai 12% yoy,” ujar Pahala kepada KONTAN, Selasa (27/12).

Sampai Oktober 2016 tercatat pertumbuhan kredit Bank Mandiri sebesar 12,09% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 560,9 triliun. Sedangkan untuk undisbursment kredit Mandiri pada Oktober 2016 tercatat naik 13,78% yoy menjadi Rp 116,6 triliun.

Pada tahun ini, menurut Herwidayatmo, Direktur Utama Bank Panin, yang membuat kredit yang belum ditarik (undisbursment loan) cukup tinggi karena pertumbuhan ekonomi yang masih rendah.

“Undisbursment loan hampir merata di semua sektor, karena nasabah menunda pengambilan fasilitas karena bisnis mereka memang lesu,” ujar Herwid kepada KONTAN, Selasa (27/12).

Herwid memprediksi pada tahun depan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik diharapkan bisa menambah disbursment dari penyaluran kredit.

Sampai akhir tahun 2016 Bank Panin memprediksi pertumbuhan kredit akan berada diangka 5,9% yoy menjadi Rp 122,1 triliun.

PT Bank Tabungan Negara Tbk memprediksi pada akhir tahun 2016 ini, disbursment kredit akan banyak disumbangkan oleh sektor perumahan dan KPR. “Diprediksi kredit akhir tahun 2016 akan tumbuh sebesar 17% sampai 18%,” ujar Oni Febriarto Rahardjo, Direktur Komersial BTN kepada KONTAN, Selasa (27/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×